Purbaya Tak Mau Ecommerce RI Dikuasai China, Sebut Tokopedia

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang berpikir untuk mengurangi dominasi asing di industri ecommerce RI. Pasalnya, ecommerce lokal yang dikuasai asing membuat perputaran uang di pasar online malah lari ke luar negeri.

Purbaya mengaku banyak mendapatkan keluhan soal marketplace RI yang kini dikuasai oleh asing.

Dia mencontohkan Tokopedia, perusahaan ecommerce asli Indonesia yang kini dikendalikan oleh TikTok. Perusahaan asal China tersebut kini mengoperasikan dua platform belanja online, yaitu Tokopedia dan TikTok Shop. Purbaya berpikir cara agar marketplace besar di Indonesia dikuasai lokal.

"Saya lagi mikir gimana kembalikan marketplacenya. Enggak hanya yang dikuasai China, misalnya kan Tokopedia dikuasai China kan semuanya," ucapnya kepada awak media usai shalat Id di Masjid DJP, Jakarta pada Sabtu (21/3/2026).

Jika kepemilikan marketplace dikuasai perusahaan asing, menurutnya, keuntungannya mengalir ke luar Indonesia. Alih-alih mendorong produk dan pengusaha Indonesia melakukan digitalisasi, ecommerce justru membuka akses masuk langsung buat pedagang China.

"Bagaimana dibilang, digitalisasi kalau seperti itu, sepertinya memberikan pasar ke China langsung," imbuhnya.

Purbaya mengaku sedang berupaya dalam menghidupkan perusahaan domestik untuk menyaingi perusahaan China di pasar.

"Saya lagi pikir ada perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari dominasi China," jelasnya.

ByteDance mengakuisisi Tokopedia dari GoTo pada Desember 2023. Langkah tersebut diambil agar TikTok Shop bisa beroperasi kembali di RI. Setelah pengambilalihan saham, TikTok memiliki sebanyak 75,01% saham Tokopedia dan kepemilikan GOTO di Tokopedia menjadi 24,99% kepemilikan.

ByteDance menanamkan modal senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 23,38 triliun di PT Tokopedia. Aksi korporasi tersebut membuat bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia dengan TikTok akan memiliki pengendalian atas PT Tokopedia.

Sejak akuisisi, perusahaan ecommerce itu menjadi pengelola platform ecommerce Tokopedia dan TikTok Shop. TikTok Shop di Indonesia adalah bisnis ecommerce terbesar kedua ByteDance setelah China dan Amerika Serikat.

Perusahaan China kemudian dikabarkan melakukan efisiensi besar-besaran hanya beberapa bulan setelah akuisisi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh CNBC Indonesia dari sumber yang mengetahui, total ada sekitar 420 karyawan yang terdampak PHK pada pertengahan Agustus 2025.

Sekitar 240 pekerja di-PHK pada Agustus setelah pada Juli perusahaan lebih dulu mengurangi 180 karyawan. Pemangkasan tenaga kerja itu disebut meliputi sejumlah divisi, mulai dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang.

Langkah efisiensi ini dilakukan di tengah upaya TikTok dan Tokopedia untuk memperkuat integrasi pascamerger, sekaligus menghadapi persaingan ketat di industri e-commerce Indonesia.

TikTok juga sempat dikabarkan berencana menutup aplikasi Tokopedia. Namun, kabar ini telah dibantah oleh perusahaan.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |