Harga Daging Sapi Sampai Telur Ayam Mulai Jinak Usai Lebaran

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki H+4 Lebaran, aktivitas di pasar tradisional mulai kembali berjalan meski belum sepenuhnya normal. Sejumlah pedagang di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, terlihat sudah kembali berjualan, sementara sebagian kios lainnya masih tutup.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di lokasi, harga sejumlah komoditas pangan seperti daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam masih berada di level tinggi, meski sebagian mulai menunjukkan penurunan dibandingkan saat Lebaran.

Pedagang daging sapi, Asep, mengatakan harga daging sapi saat ini berada di level Rp150.000 per kg untuk bagian paha.

"Rp150.000 per kg yang paha ya, depan atau belakang sama Rp150.000 (per kg), bagian paha yang buat rendang," ujar Asep saat ditemui di lokasi, Rabu (25/3/2026).

Ia mengungkapkan, harga daging sapi sempat lebih tinggi saat momentum Lebaran kemarin. Katanya, harga daging sapi sempat di level Rp160.000 per kg pada H-1 dan H-2 Lebaran kemarin.

"Pas H-1 atau H-2 itu sempet Rp160.000 (per kg) daging di daerah Jakarta, kalau di luar Jakarta kayaknya ada yang sampai Rp170.000-Rp180.000 (per kg). Tapi kalau Jakarta sih Rp160.000 per kg," katanya.

Terkait pergerakan harga ke depan, Asep menyebut masih bergantung pada pasokan dari rumah potong.

"Nggak tahu ya, tergantung dari tukang jagalnya. Saya kan di sini cuma ngikut saja, beli atau ngambil barangnya kan dari sana. Kalau sana naik, masa sini engga, rugi dong," ucap dia.

Sementara itu, harga daging ayam terpantau berada di kisaran Rp35.000 per kg. Pedagang daging ayam, Surya, mengaku menjual daging ayam ukuran 1 kg 5 ons di harga Rp50.000 per ekor.

Pantauan langsung kondisi stok dan harga barang kebutuhan pokok di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Pantauan langsung kondisi stok dan harga barang kebutuhan pokok di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Pantauan langsung kondisi stok dan harga barang kebutuhan pokok di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

"Sekilonya Rp35.000. Tapi kita jualnya ekoran, yang itu 1 kg 5 ons Rp50.000 ya," kata Surya.

Ia menyebut harga daging ayam sempat naik saat Lebaran, meski tidak signifikan.

"Naik sedikit pas Lebaran, tapi gak jauh lah. Nggak lewat Rp40.000 (per kg)," ujarnya.

Surya mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga, namun ia hanya mengikuti harga dari pemasok, yakni harga di Rumah Potong Unggas.

"Kurang tau juga ya, dari sananya saya beli Rp30.000 sekilo kayaknya tadi ya, hitung-hitung bersih sampai ke pasar pokoknya Rp35.000 per kg," jelasnya.

Di sisi lain, harga telur ayam mulai mengalami penurunan, meski masih tergolong tinggi. Pedagang telur, Teri, mengatakan harga telur saat ini berada di level Rp32.000 per kg.

"Telur lagi Rp32.000 per kg," kata Teri.

Ia menyebut harga tersebut sudah turun dibandingkan saat Lebaran.

"Ini sudah turun. Kemarin mah pas Lebaran Rp33.000 (per kg). Ini sudah turun Rp32.000," ujarnya.

Menurutnya, penurunan harga baru terjadi hari ini dan masih berpotensi berlanjut. "Baru hari ini. Nanti turun lagi paling," ucap dia.

Hal serupa disampaikan pedagang telur lainnya, Sukma.

"Hari ini Rp32.000 (per kg)," ujar Sukma.

Ia menambahkan, harga telur sebelumnya sempat naik saat Lebaran karena tingginya permintaan.

"Baru turun. Kemarin Lebaran naik Rp33.000 (per kg), karena banyak yang cari mungkin. Sekarang sudah mulai turun ke Rp32.000 (per kg)," jelasnya.

(wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |