Jakarta, CNBC Indonesia - Konser comeback grup K-pop Bangtan Sonyeondan (BTS) di Seoul memicu kontroversi. Sejumlah pasangan pengantin dilaporkan mempertimbangkan langkah hukum karena merasa dirugikan akibat dampak acara tersebut.
Konser yang digelar pada 21 Maret 2026 di Gwanghwamun Square menjadi penanda kembalinya BTS sebagai grup lengkap setelah hampir empat tahun hiatus. Namun, skala acara yang besar serta penggunaan fasilitas publik memicu keluhan warga.
Sejumlah laporan media lokal mengutip Koreaboo, Rabu (25/3/2026) menyebut, pembatasan lalu lintas di sekitar lokasi konser berdampak langsung pada acara pernikahan di kawasan Gwanghwamun.
Salah satu pengantin pria, yang diidentifikasi sebagai "A," mengaku harus memajukan jadwal pernikahannya satu jam lebih awal untuk menghindari kemacetan. Perubahan mendadak itu membuat sebagian tamu kebingungan, bahkan hampir melewatkan momen upacara pernikahan yang sakral.
Masalah juga terjadi pada logistik acara. Beberapa vendor, termasuk pengiriman bunga, dilaporkan membatalkan pesanan karena kesulitan akses ke lokasi.
"A" menyayangkan minimnya bantuan dari pemerintah kota maupun pihak penyelenggara. Ia menilai ruang publik seolah "diambil alih" tanpa mempertimbangkan kepentingan warga lain.
Pertimbangkan Gugatan Hukum
Keluhan serupa disampaikan pengantin lain, bermarga Son, yang mengaku sedang mempertimbangkan untuk menggugat penyelenggara konser. Ia bilang, telah mengeluarkan biaya besar untuk memilih lokasi pernikahan di sekitar Gwanghwamun karena akses transportasi yang strategis. Namun, kondisi di hari-H justru berbalik, membuatnya merasa acara pribadinya kalah prioritas dibanding konser.
Seiring munculnya berbagai keluhan, opini publik di Korea Selatan mulai mengarah pada kritik terhadap pemerintah kota Seoul dan perusahaan yang menaungi BTS, HYBE, yang dinilai kurang mempertimbangkan dampak sosial dari penyelenggaraan acara di ruang publik.
Sebagian warga mempertanyakan keputusan menggelar konser di lokasi ikonik dan padat aktivitas seperti Gwanghwamun, padahal masih banyak venue lain yang dinilai lebih baik.
Komentar publik di media sosial juga menyebut acara tersebut seharusnya dipindahkan ke lokasi alternatif, serta menilai penyelenggara perlu bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga.
BTS Minta Maaf
Sepanjang konser, para member berulang kali menyampaikan rasa terima kasih. Suga mengaku merasa terhormat bisa tampil di salah satu lokasi paling bersejarah di Korea Selatan, sementara V menyebut panggung tersebut sebagai pengalaman yang sangat spesial.
Menjelang akhir konser, ucapan terima kasih itu disertai permintaan maaf. Para member mengapresiasi pemerintah kota Seoul, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi, termasuk dampak kemacetan dan gangguan aktivitas di sekitar lokasi. Leader BTS, RM, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf melalui platform Weverse seusai konser.
"Saya menundukkan kepala untuk berterima kasih... Saya benar-benar minta maaf sekaligus berterima kasih kepada warga yang telah menanggung berbagai ketidaknyamanan," kata RM dikutip Chosun Daily.
RM menegaskan konser tersebut bukan hanya milik BTS, melainkan hasil kerja banyak pihak, mulai dari aparat hingga masyarakat. Permintaan maaf itu juga disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari acara besar tersebut.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

















































