Jakarta, CNBC Indonesia - CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, pada hari Selasa memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat menyebabkan hilangnya lapangan kerja di AS. Bos bank terbesar AS itu menyarankan pemerintah dapat menciptakan sistem insentif bagi bisnis untuk membantu mengurangi dampaknya.
"Jika tiba-tiba hal itu menyebabkan pengangguran, itu adalah masalah besar bagi masyarakat," kata Dimon, dikutip dari CNBC, Rabu (25/3/2026).
Hal itu dikatakannya dalam panel bersama kepala pertahanan Palantir dan mantan anggota DPR AS, Mike Gallagher, di Forum Hill and Valley di Washington.
"Saya belum tahu jawabannya, tetapi saya akan menyarankan hal berikut: Tidak bisa hanya pemerintah. Harus bisnis," kata Dimon.
Menurutnya, pemerintah AS dapat menciptakan sistem insentif agar bisnis melakukan hal yang benar untuk melatih ulang orang, pensiun dini, memindahkan orang.
"Jika kita memiliki sistem yang tepat, kita dapat mengakomodasinya jauh lebih cepat," tutur Dimon.
Ia memperingatkan bahwa perubahan ekonomi yang didorong oleh AI akan terjadi dengan cepat, bahkan mungkin lebih cepat daripada kemajuan teknologi terkini lainnya yang mengganggu perekonomian dan menggusur pekerja, seperti internet. Dimon menyebut, hal ini akan datang, dan akan datang dengan cepat.
"Yang ini mungkin lebih cepat... jadi, bisakah kita mengakomodasi orang-orang jika mereka kehilangan pekerjaan dengan cukup cepat? Dan jawabannya adalah, saya tidak tahu apakah itu akan terjadi, [tetapi] saya selalu ingin bersiap," ujarnya.
Peringatan tentang hilangnya pekerjaan akibat AI adalah yang terbaru dari Dimon, yang telah mengambil langkah-langkah di dalam JPMorgan Chase untuk mengalihkan karyawan ke peran baru seiring percepatan otomatisasi. Bank-bank besar telah bergerak untuk mengurangi perekrutan seiring terus berkembangnya AI.
Potensi AI untuk mengganggu pasar kerja telah menjadi isu penting di Washington, dengan beberapa anggota parlemen mengusulkan upaya untuk memantau atau membatasi jumlah kehilangan pekerjaan akibat AI.
Senator Josh Hawley, dan Mark Warner, memperkenalkan RUU untuk mewajibkan perusahaan-perusahaan besar dan pemerintah federal untuk melaporkan setiap kuartal tentang hilangnya pekerjaan akibat AI.
Kerangka kebijakan Gedung Putih yang baru tentang AI meminta Kongres untuk mengembangkan undang-undang untuk mendukung pekerja dalam transisi AI.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

















































