Jakarta, CNBC Indonesia - Libur Lebaran tak lengkap tanpa aneka kue kering yang kerap disajikan di ruang tamu. Salah satu kue kering favorit yang identik dengan Lebaran adalah nastar.
Nastar sendiri berasal dari bahasa Belanda, "ananas" (nanas) dan "taart" (kue atau tart), yang merujuk pada kue tar nanas.
Meski lezat dan menggoda, konsumsi nastar berlebihan berpotensi memicu kenaikan berat badan secara signifikan.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin membagikan trik makan kue agar tidak menaikkan berat badan secara signifikan.
"Lebaran memang identik dengan makanan enak, apalagi nastar kesukaan saya dan kalian semua. Sayangnya, kita sering tidak sadar kalau camilan sekecil itu menyimpan kalori yang sangat besar," tulis @bgsadikin dikutip Selasa (24/3/2026).
Budi menjelaskan tiga potong kue kering nastar memiliki kalori setara dengan satu porsi nasi putih. Maka dari itu, jika menghabiskan 10 potong kue nastar, sudah sama dengan satu porsi makan besar lengkap pakai lauk pauk dan sayuran.
"Masalahnya, nastar tidak bikin perut kenyang, jadi sangat gampang kebablasan. Kalau tidak dikontrol, berat badan yang sudah turun susah payah selama bulan puasa bisa langsung melonjak naik dalam hitungan hari," ujarnya.
Maka dari itu, Budi memberikan tips untuk memakan maksimal 3 potong kue lebaran per hari. Dengan demikian, kalori yang masuk ke dalam tubuh saat mengonsumsi kue kering tidak berlebihan dan dapat menyebabkan gula darah melonjak atau berat badan naik drastis.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

















































