Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena penutupan dealer mobil Honda di sejumlah wilayah Indonesia mulai mendapat respons dari pabrikan. Di tengah tekanan pasar dan persaingan yang semakin ketat, strategi baru pun disiapkan untuk menjaga layanan tetap optimal bagi konsumen.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengklaim bahwa perubahan jaringan dealer merupakan hal yang wajar dalam industri otomotif yang terus bergerak dinamis.
"Kami memahami bahwa penyesuaian jaringan dealer merupakan bagian dari dinamika industri otomotif yang terus berubah. Bagi Honda, yang terpenting adalah memastikan setiap konsumen tetap mendapatkan layanan yang mudah diakses, cepat, dan dapat diandalkan," ujar Billy kepada CNBC Indonesia, Kamis (9/4/2026).
Di tengah kabar sejumlah dealer yang menghentikan operasional, Honda justru mengubah pendekatan. Alih-alih mengejar jumlah jaringan semata, perusahaan kini lebih menekankan pada kualitas layanan dan efektivitas jangkauan di tiap wilayah.
"Seperti sudah kami sampaikan sebelumnya, fokus kami tidak hanya pada jumlah dealer, tetapi pada kualitas jaringan dan efektivitas coverage di setiap area. Kami ingin memastikan bahwa setiap jaringan dealer yang ada tetap kuat, relevan, dan mampu memberikan layanan secara optimal kepada konsumen," katanya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Honda untuk tetap kompetitif di tengah gempuran pemain baru, khususnya dari merek-merek China yang agresif menawarkan harga dan teknologi.
Foto: Bangunan dealer Honda menjalani renovasi usai operasionalnya dihentikan di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Bangunan dealer Honda menjalani renovasi usai operasionalnya dihentikan di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Seiring dengan itu, ekspansi tetap dilakukan secara selektif di wilayah yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan pasar.
"Sejalan dengan hal tersebut, Honda juga terus melakukan pengembangan jaringan di area yang masih memiliki potensi, termasuk melalui pembukaan beberapa dealer di wilayah baru dan melengkapi fasilitas di dealer yang sudah ada, sesuai dengan populasi dan kebutuhan konsumen Honda yang terus berkembang," jelas Billy.
Tak berhenti di situ, Honda bahkan telah menyiapkan penambahan jaringan baru dalam waktu dekat sebagai bagian dari penguatan layanan.
"Untuk memperkuat coverage dan layanan, di tahun ini kami berencana membuka 13 jaringan dealer baru di berbagai daerah, di antaranya 5 dealer sudah kami buka pada bulan Februari lalu di area Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah," ungkap Billy.
Selain memperluas jaringan penjualan, Honda juga meningkatkan layanan purnajual, salah satunya melalui fasilitas perbaikan kendaraan.
"Kemarin pun kami juga baru membuka fasilitas body and paint di daerah Magelang," tambahnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa di tengah penurunan penjualan dan tekanan biaya operasional yang membuat sejumlah dealer memilih tutup atau beralih merek, Honda memilih melakukan konsolidasi sekaligus ekspansi terukur.
Strategi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa persaingan industri otomotif kini tidak hanya soal produk dan harga, tetapi juga kekuatan jaringan layanan serta kedekatan dengan konsumen di berbagai daerah.
Terbaru, salah satu jaringan dealer Honda di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, resmi menghentikan operasionalnya.
Penutupan ini menambah daftar panjang dealer yang lebih dulu "angkat kaki" di tengah tekanan pasar yang makin berat.
Informasi penutupan tersebut disampaikan langsung melalui media sosial resmi dealer. "Kami Honda Pondok Pinang, pamit undur diri. Terimakasih atas dukungan dan kepercayaannya terhadap kami," tulis pengelola dalam unggahan di akun media sosialnya, yang kini sudah dihapus, dikutip Kamis (9/4/2026).
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)