Siap-Siap! Menaker Mau Luncurkan Program Pelatihan Kerja Difabel

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas. Program pelatihan difabel ini menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah dalam mendorong inklusivitas tenaga kerja sekaligus meningkatkan kompetensi kelompok rentan di pasar kerja.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Yassierli menegaskan, pelatihan bagi tenaga kerja difabel terus diperluas, seiring tingginya kebutuhan peningkatan keterampilan.

"Kami ingin sampaikan, fasilitasi pembinaan tenaga kerja penyandang disabilitas juga menjadi program strategis kami, tahun lalu kami sudah melatih sekitar hampir 300 orang, dan tahun ini 2 bulan pertama sudah hampir 100 orang, dan kita berharap ini nanti angka 1.100 dalam 1 tahun itu kita bisa penuhi," kata Yassierli dalam Raker di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Ia mengatakan, program ini merupakan bagian dari agenda besar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam memperkuat pelatihan vokasi sebagai inti peningkatan kualitas tenaga kerja nasional.

"Kami ingin laporkan, kita sudah launching program pelatihan vokasi nasional, jadi ketika kita sudah memiliki magang 100 ribu orang tahun lalu, kami melihat pelatihan vokasi kami juga ingin fokuskan terlebih dahulu di awal-awal tahun ini untuk segmen lulusan SMA dan SMK," ujarnya.

Selain pelatihan vokasi, pemerintah juga menjalankan berbagai program lain seperti sertifikasi kompetensi kerja, pembangunan balai latihan kerja komunitas, hingga program pemagangan di dalam dan luar negeri.

Di sisi lain, Yassierli juga menyoroti penguatan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), terutama dalam mendukung pekerja terdampak PHK agar bisa kembali bekerja melalui peningkatan keterampilan.

"Nah ini kita akan semakin perbaiki, dan kita berharap ini memang menjadi salah satu solusi bagi teman-teman kita yang terkena PHK, sehingga mereka mendapatkan upskilling dan reskilling sebelum mereka kemudian bekerja di tempat kerja yang baru," ucap dia.

Secara keseluruhan, Kemnaker telah menyiapkan 23 program strategis yang mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan kerja, hubungan industrial, hingga layanan pasar kerja.

Melalui program-program tersebut, pemerintah berharap inklusivitas tenaga kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas, dapat terus meningkat, seiring dengan upaya memperkuat daya saing sumber daya manusia di Indonesia.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |