Studi Temukan Jenis Kanker Paling Banyak Menyerang Anak Muda

2 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan terbaru dari American Cancer Society mengungkap tren peningkatan kasus kanker yang patut diwaspadai, khususnya pada kelompok usia produktif 20 hingga 49 tahun. Di antara berbagai jenis kanker, kanker usus besar atau colorectal cancer (CRC) tercatat sebagai yang paling banyak menyerang orang dewasa muda.

Dalam laporan berjudul Colorectal Cancer Statistics 2026 yang dipublikasikan di jurnal ilmiah CA: A Cancer Journal for Clinicians, disebutkan bahwa kanker usus besar kini menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi pada individu di bawah usia 50 tahun. Tren ini berbanding terbalik dengan kelompok usia lanjut, di mana angka kejadian justru menunjukkan penurunan.

Secara proporsi, kelompok usia di bawah 65 tahun kini menyumbang hampir 45% dari total kasus baru kanker usus besar. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan hanya 27% pada 1995. Peningkatan paling pesat terjadi pada rentang usia 20-49 tahun, dengan laju kenaikan kasus sekitar 3% per tahun.

Selain itu, sebagian besar kasus pada kelompok usia muda baru terdeteksi ketika penyakit sudah berada pada tahap lanjut. Sekitar 75% kanker usus besar pada orang berusia di bawah 50 tahun didiagnosis pada stadium lanjut.

Bahkan, sekitar setengah dari kasus pada kelompok usia tersebut terjadi pada rentang usia 45 hingga 49 tahun. Padahal kelompok usia ini sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk melakukan skrining rutin kanker usus besar. Namun, hanya sekitar 37% yang menjalani pemeriksaan tersebut.

Laporan tersebut juga menunjukkan perubahan pola penyakit, di mana kanker rektum semakin meningkat. Saat ini kanker rektum menyumbang sekitar 32% dari seluruh kasus kanker usus besar, naik dari sekitar 27% pada pertengahan 2000-an.

Direktur ilmiah senior bidang penelitian surveilans di American Cancer Society sekaligus penulis utama laporan tersebut, Rebecca Siegel bilang, tren ini menunjukkan adanya perubahan nyata dalam pola penyakit.

"Setelah puluhan tahun mengalami kemajuan, risiko kematian akibat kanker usus besar kini justru meningkat pada generasi yang lebih muda," ujar Siegel seperti dikutip dari Fox News.

Penyebab Kanker Usus Besar

Ia menilai peningkatan ini kemungkinan berkaitan dengan faktor gaya hidup atau paparan lingkungan tertentu yang masih perlu diteliti lebih lanjut. Oleh sebab itu, para peneliti menekankan pentingnya meningkatkan penelitian untuk memahami penyebabnya, sekaligus mendorong deteksi dini melalui edukasi kepada tenaga medis dan masyarakat tentang gejala penyakit serta pentingnya skrining sejak usia 45 tahun.

Secara keseluruhan, diperkirakan akan ada sekitar 158.850 kasus baru kanker usus besar pada tahun ini, dengan sekitar 55.230 kematian akibat penyakit tersebut. Peneliti juga menemukan lebih dari setengah kasus kanker usus besar berkaitan dengan perilaku berisiko, seperti pola makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol berlebihan, merokok, kurang aktivitas fisik, serta obesitas.

Chief Scientific Officer American Cancer Society, Dr. William Dahut menegaskan, temuan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat. Ia menyebut orang yang sudah memasuki usia 45 tahun perlu segera memulai skrining kanker usus besar sesuai rekomendasi medis.

"Temuan ini semakin menggarisbawahi bahwa kanker kolorektal semakin memburuk di kalangan generasi muda dan menyoroti kebutuhan mendesak bagi orang dewasa yang memenuhi syarat untuk memulai skrining pada usia 45 tahun yang direkomendasikan," kata Dr. William Dahut.

Walau begitu, peluang kesembuhan sebenarnya cukup tinggi jika penyakit ditemukan lebih awal. Laporan tersebut menyebutkan, jika kanker usus besar terdeteksi pada tahap lokal atau stadium awal, tingkat kelangsungan hidup lima tahun bisa mencapai sekitar 95%.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |