Diberi Relaksasi, Produksi Batu Bara Akan Naik Berapa? Ini Kata Bahlil

11 hours ago 15

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa produksi batu bara akan diberikan relaksasi, bisa melebihi dari target yang ditetapkan pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sekitar 600 juta ton.

Bahlil mengatakan, relaksasi produksi batu bara ini diputuskan karena pertimbangan kondisi geopolitik dunia, sehingga juga berdampak pada kenaikan harga komoditas, termasuk batu bara.

Namun demikian, dia menegaskan, relaksasi ini akan terukur.

"Terkait dengan RKAB, termasuk batu bara kita perhatikan betul kecenderungan daripada geopolitik ketegangan Timur Tengah, fluktuasi global, maka idealnya pemerintah atau pengusaha atau rakyat berkepentingan untuk harga bagus, produksi kita juga banyak supaya pengusaha untung, negara untung, rakyat dapat dampak positif. Atas dasar itu kita akan berikan relaksasi yang terukur, artinya kalau harga bagus, kita tingkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentik, kita akan mulai bikin kebijakan agar supply demand bisa dijaga," paparnya usai pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan COO Danantara Dony Oskaria di Gedung DPR, Senin (08/06/2026).

Lantas, berapa besar relaksasi atau peningkatan produksi batu bara yang akan diizinkan Kementerian ESDM?

Bahlil menjawab, pemerintah akan memerhatikan tingkat permintaan dunia dan harga.

"Kalau untuk domestik pasti semuanya kita akan penuhi. Kalau domestik kan sekarang nggak ada persoalan terutama pada sektor PLN, kemudian pupuk, kemudian pada sektor industri yang lain itu kan nggak ada isu. Nah untuk harga global kita akan melihat, kalau harganya bagus ya kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Tujuannya apa? kita juga ingin mendapatkan harga yang baik dan devisa kita bisa masuk," jelasnya.

Namun sayangnya, Bahlil enggan menyebutkan angka pasti dari relaksasi produksi tersebut.

"Nanti kita lihat perkembangannya," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya telah menetapkan produksi dalam RKAB 2026 sekitar 600 juta ton. Ini berarti, target produksi batu bara pada 2026 ini turun 24% bila dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2025 yang tercatat mencapai 790 juta ton.

Pada awal Januari 2026, Bahlil sempat mengatakan, pemangkasan target produksi batu bara pada tahun ini untuk mendorong harga batu bara kembali naik dan menjaga cadangan batu bara nasional ke depannya.

"Batu bara yang diperdagangkan di global 1,3 miliar ton. Dari jumlah itu, Indonesia menyuplai 514 juta ton atau 43%, akibatnya apa supply and demand tidak terjaga, artinya harga batu bara turun. Lewat kesempatan berbahagia ini, Kementerian ESDM sudah rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan lakukan revisi terhadap kuota RKAB. Jadi, produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita," jęłas Bahlil dalam konferensi pers terkait Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (08/01/2026).

"Urusan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) Pak Dirjen Minerba lagi hitung, yang jelas di sekitar 600 juta lah batu bara, kurang lebih lah, bisa kurang bisa lebih dikit, catatnya kurang lebih ya. nanti judulnya pasti 600 (juta)," ujarnya.

Perlu diketahui, harga batu bara dunia melesat sepanjang minggu lalu dan semakin mendekati level US$150 per ton. Kabar baik dari China sebagai pendorong utama harga si "emas hitam".

Berdasarkan data Refinitiv per Jumat (5/6/2026) harga batu bara dunia dengan kontrak pengiriman dua bulan tercatat di US$147,5 per ton atau naik 0,31% dibandingkan hari sebelumnya.

Kabar baik dari China mendorong harga batu bara meroket hingga 6,87% dalam sehari pada perdagangan Senin (1/6/2026) yang berkontribusi terhadap kinerja amat positif selama minggu ini.

Lonjakan terjadi setelah pertemuan keselamatan tambang di provinsi kaya batu bara, Shanxi, memperkuat kekhawatiran pasokan akibat penghentian produksi di sejumlah tambang pasca kecelakaan fatal bulan lalu.

Harga batu bara kini memang sudah jauh meningkat dibandingkan awal tahun. Pada 1 Januari 2026, harga batu bara malah terpantau masih berada pada level US$104,85 per ton. Lalu, semakin melejit terutama ketika Perang Israel-Iran pecah pada 28 Februari 2026 lalu.

Pada 3 Maret 2026, harga batu bara langsung melejit ke level US$ 138 per ton dari 27 Februari 2026 sebelum perang sebesar US$116,9 per ton.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |