Jakarta, CNBC Indonesia - Holding industri pertambangan MIND ID mengungkapkan perkembangan terbaru proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG). Proyek strategis ini diharapkan dapat menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang masih tinggi.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengungkapkan pengembangan proyek coal to DME merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek tersebut dijalankan oleh PT Bukit Asam Tbk dengan memanfaatkan cadangan batu bara berkalori rendah.
"Dalam hal ini PT Bukit Asam sudah mengalokasikan cadangan batu bara kalori rendah sebagai bahan baku DME, termasuk penyediaan kawasan industri yang dibutuhkan," ujarnya dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Namun demikian, Maroef menekankan bahwa realisasi proyek ini masih memerlukan koordinasi yang terintegrasi lintas entitas, terutama dalam penyusunan skema proyek.
Selain itu, dukungan regulasi dan kebijakan juga dinilai krusial agar proyek DME dapat berjalan optimal dalam jangka panjang serta memberikan nilai tambah bagi negara.
"Seluruh proyek hilirisasi tersebut dijalankan dengan memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi, pengendalian dampak lingkungan, serta prinsip keberlanjutan sumber daya. MIND ID berkomitmen dalam memastikan agenda hilirisasi nasional tidak hanya berjalan tetapi memberikan manfaat nyata dan terukur bagi perekonomian nasional," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan pada 2030 perusahaan menargetkan mulai menginisiasi komersialisasi hilirisasi batu bara guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Setidaknya, PTBA akan fokus pada tiga sektor utama yakni hilirisasi batu bara, penguatan infrastruktur dan logistik batu bara, serta pengembangan bisnis pembangkit listrik baik berbasis PLTU maupun energi baru terbarukan (EBT).
"Ketiga arah pengembangan perusahaan ini menjadi bentuk komitmen kami dalam tentunya mendukung asta cita pemerintah untuk kemandirian energi nasional," ujar Arsal dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (31/3/2026).
Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu proyek strategis yang tengah dikembangkan adalah hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Proyek ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Dalam proyek ini, nantinya PTBA akan mengolah sekitar 6,9 juta ton batu bara kalori rendah per tahun untuk menghasilkan sekitar 1 juta ton DME. "Dalam skema ini nantinya PTBA tentunya sebagai operator pabrik sekaligus coal supply dan nantinya bekerja sama dengan Pertamina yang akan menjadi outtaker dari DME yang kami hasilkan," kata dia.
Selain DME, PTBA juga mengembangkan proyek coal to synthetic natural gas (SNG) sebagai alternatif pasokan gas, khususnya untuk wilayah Sumatera Selatan dan Jawa Bagian Barat.
Pada proyek tersebut, PTBA akan memanfaatkan sekitar 9 juta ton batu bara kalori rendah per tahun dengan kapasitas produksi mencapai 240 BBTUD syngas.
Adapun, dalam skema pengembangannya, PTBA akan membentuk joint venture dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang juga akan menjadi off-taker 100% dari SNG yang dihasilkan.
"Saat ini kami sudah melakukan tanda tangan head of agreement antara PTBA dan PGN untuk pengembangan proyek coal to synthetic natural gas yang nantinya dilanjutkan dengan pelaksanaan joint study feasibility study bersama konsultan," ujarnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)






