Potret Warga Lebanon Kembali ke Rumah Dikawal Ketat Tentara PBB

2 hours ago 5
Pasukan penjaga perdamaian PBB berjaga-jaga saat para pengungsi kembali ke rumah mereka menyeberangi jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya, yang sebelumnya dihantam serangan Israel, setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di Qasmiyeh, Lebanon, 18 April 2026. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Pasukan penjaga perdamaian PBB berjaga-jaga saat para pengungsi kembali ke rumah mereka menyeberangi jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan setelah 2 hari gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel, di Qasmiyeh, Lebanon, Sabtu (18/4/2026). (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Pasukan penjaga perdamaian PBB berjaga-jaga saat para pengungsi kembali ke rumah mereka menyeberangi jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya, yang sebelumnya dihantam serangan Israel, setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di Qasmiyeh, Lebanon, 18 April 2026. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Mereka terlihat berkendara melewati reruntuhan jembatan Qasmiyeh yang hancur, menyusuri jalan darurat berdebu sambil membawa barang-barang yang tersisa serta harapan untuk memulai kembali kehidupan. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Pasukan penjaga perdamaian PBB berjaga-jaga saat para pengungsi kembali ke rumah mereka menyeberangi jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya, yang sebelumnya dihantam serangan Israel, setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di Qasmiyeh, Lebanon, 18 April 2026. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Kondisi di lapangan masih memprihatinkan, dengan banyak kota dan lingkungan yang mengalami kerusakan parah akibat konflik. Infrastruktur penting, termasuk jembatan dan bangunan permukiman, dilaporkan hancur, menyulitkan mobilitas warga yang kembali. (REUTERS/Marko Djurica)

Pasukan penjaga perdamaian PBB berjaga-jaga saat para pengungsi kembali ke rumah mereka menyeberangi jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya, yang sebelumnya dihantam serangan Israel, setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di Qasmiyeh, Lebanon, 18 April 2026. (REUTERS/Louisa Gouliamaki) Disisi lain nampak kepadatan kendaraan-kendaraan yang mengular saat para pengungsi berupaya kembali ke rumah mereka setelah gencatan senjata. (REUTERS/Aziz Taher)
Pasukan penjaga perdamaian PBB berjaga-jaga saat para pengungsi kembali ke rumah mereka menyeberangi jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya, yang sebelumnya dihantam serangan Israel, setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di Qasmiyeh, Lebanon, 18 April 2026. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat (17/4) mengatakan bahwa Washington telah melarang Israel melanjutkan pengeboman di Lebanon. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah ia mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara kedua pihak. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Pasukan penjaga perdamaian PBB berjaga-jaga saat para pengungsi kembali ke rumah mereka menyeberangi jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya, yang sebelumnya dihantam serangan Israel, setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di Qasmiyeh, Lebanon, 18 April 2026. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Kesepakatan tersebut memicu optimisme bahwa ketegangan yang lebih luas di kawasan, termasuk konflik paralel antara Amerika Serikat dan Iran, berpotensi mereda dalam waktu dekat. Meski demikian, sejumlah pihak menilai situasi masih rapuh dan penuh ketidakpastian. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Pasukan penjaga perdamaian PBB berjaga-jaga saat para pengungsi kembali ke rumah mereka menyeberangi jembatan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya, yang sebelumnya dihantam serangan Israel, setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di Qasmiyeh, Lebanon, 18 April 2026. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menegaskan bahwa gencatan senjata yang telah dicapai harus ditingkatkan menjadi kesepakatan permanen guna menjamin stabilitas jangka panjang di negaranya. Di sisi lain, Hizbullah yang didukung Iran menyatakan tetap mempertahankan “hak untuk melawan,” menandakan bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda meskipun gencatan senjata berlaku. (REUTERS/Marko Djurica)

Read Entire Article
Photo View |