Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Ditahan Tak Naik Sejak 1 April

1 hour ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga menegaskan harga BBM non-subsidi Pertamax tidak mengalami kenaikan sejak 1 April 2026. Penegasan ini disampaikan di tengah ramainya perbincangan publik mengenai harga keekonomian BBM di SPBU.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M V Dumatubun mengatakan keputusan tidak menaikkan harga Pertamax merupakan hasil koordinasi dengan pemerintah.

"Pertamax adalah jenis BBM non-subsidi karena harganya mengikuti harga pasar. Namun pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina agar tidak dilakukan penyesuaian harga per 1 April 2026, sehingga harga Pertamax ditahan untuk tidak naik," ujar Roberth kepada CNBC Indonesia, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, berbeda dengan Pertalite yang masuk kategori BBM subsidi atau Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), harga Pertamax pada dasarnya mengikuti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Meski demikian, pemerintah disebut tetap memiliki peran dalam menjaga stabilitas harga energi nasional agar tidak terlalu membebani masyarakat.

Pertamina tegaskan kualitas BBM Pertamax (RON 92) sesuai spesifikasi. (Dok. PT Pertamina Patra Niaga)Foto: Pertamina tegaskan kualitas BBM Pertamax (RON 92) sesuai spesifikasi. (Dok. PT Pertamina Patra Niaga)

"Poin pentingnya, harga Pertamax saat ini juga ada peran pemerintah di dalamnya, selain Pertamina," katanya.

Roberth menambahkan, apabila Pertamax sepenuhnya mengikuti harga keekonomian pasar tanpa adanya koordinasi pemerintah, maka harga jual BBM tersebut berpotensi lebih tinggi dibandingkan saat ini.

Sebelumnya, salah satu unggahan yang ramai dibahas muncul di platform Threads dan memperlihatkan rincian harga dasar Pertalite sebelum mendapatkan subsidi pemerintah.

Dalam struk tersebut, tercantum harga dasar Pertalite mencapai Rp16.088 per liter. Namun konsumen hanya membayar Rp10.000 per liter karena terdapat subsidi pemerintah sebesar Rp6.088 untuk setiap liter BBM yang dibeli.

Temuan itu langsung memicu pertanyaan publik. Pasalnya, harga dasar Pertalite yang memiliki RON 90 justru terlihat lebih tinggi dibandingkan Pertamax dengan RON 92 yang saat ini dijual sekitar Rp12.300 per liter di wilayah Jabodetabek.

Narasi dalam video yang beredar kemudian berkembang menjadi perdebatan soal logika harga BBM. Banyak warganet mempertanyakan alasan pemerintah memberikan subsidi kepada Pertalite, bukan kepada Pertamax yang dinilai memiliki kualitas lebih tinggi.

Dalam struk pembelian yang viral tersebut tertulis rincian harga dasar Pertalite Rp16.088 per liter, subsidi pemerintah Rp6.088 per liter, dan harga jual ke masyarakat sebesar Rp10.000 per liter.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |