Penyebab IHSG Lesu, Pagi-Pagi Turun hingga 1%

3 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun semakin dalam. Sekitar satu jam setelah pembukaan perdagangan, IHSG turun lebih dari 1%. 

IHSG kembali menyentuh level 7.400-an dengan koreksi -87,85 poin atau -1,16% per pukul 10.15 WIB. Dalam satu jam perdagangan IHSG bergerak pada rentang 7.429,05–7.582,5. Artinya IHSG sempat berada di zona hijau, tetapi tidak mampu bertahan lama. 

Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 7,3 triliun, melibatkan 20,77 miliar saham dalam 1,23 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 13.292 trilun. 

Mengutip Refinitiv, secara sektoral, utilitas yang membuat IHSG terpuruk pagi ini. Utilitas mengalami koreksi 4,14% dan diikuti oleh energi -1,62%. 

Adapun saham-saham konglomerasi bisnis Prajogo Pangestu tercatat ambruk berjamaah pada perdagangan hari ini. Saham BREN dan DSSA yang terdampak pengumuman MSCI terbaru masih menjadi beban utama IHSG.

BREN yang turun 6% lebih berkontribusi sebesar 11,07 poin terhadap penurunan IHSG. Kemudian DSSA yang anjlok 5,58% menyumbang -10,58 poin. 

Selain itu sejumlah saham komoditas juga ikut membebani IHSG, seperti Amman Mineral (AMMN), Bumi Resources Minerals (BRMS), dan Bayan Resources (BYAN). 

Sebagaimana diketahui,BREN dan DSSA mendapatkan tekanan jual besar sejak pengumuman dari MSCI. Indeks global itu mengumumkan akan mendepak saham yang tercatat dalam daftar High Shareholder Concentration (HSC) yang dikeluarkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Diketahui BREN dan DSSA tercatat di antara 9 saham yang masuk daftar HSC.

Investor asing tercatat kompak secara masif melepas saham BREN dan DSSA pada perdagangan kemarin. Keputusan MSCI untuk mengeksekusi penghapusan emiten HSC pada Mei mendatang akan memicu restrukturisasi portofolio asing yang terukur. Penghapusan saham seperti BREN dan DSSA diproyeksikan akan memaksa likuidasi dana pasif sekitar Rp25,5 triliun.

Adapun ambruknya IHSG hari ini juga terjadi beriringan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin dalam pada perdagangan Kamis (23/4/2026).

Melansir data Refinitiv, per pukul 09.32 WIB mata uang Garuda tercatat melemah 0,79% ke level Rp17.305/US$. Level ini sekaligus menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa yang baru secara intraday. Tak hanya itu, pelemahan tersebut juga menandai rupiah telah menembus level psikologis baru di Rp17.300/US$.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |