Mentan Amran Bakal Kembangkan Sawit di Lahan Gundul, Ini Targetnya

7 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman membuka opsi perluasan lahan kelapa sawit untuk mendorong produksi nasional, dengan fokus pada pemanfaatan lahan gundul atau tidak berhutan.


Amran menegaskan, pengembangan kelapa sawit tidak akan menyasar kawasan hutan atau mengganggu ekosistem, melainkan diarahkan ke lahan marginal yang selama ini tidak produktif. "Kita prioritaskan tanah yang gundul, yang tidak berhutan. Kita prioritas ke sana," kata Amran kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026).


Menurutnya, langkah ini justru dapat memberikan nilai tambah bagi negara, termasuk dari sisi ekonomi maupun pengelolaan lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan. "Supaya justru menguntungkan kehutanan, kan? Kita prioritaskan yang marginal. Daerah yang gundul. Berarti menguntungkan negara, kan?" ujarnya.


Selain itu, Amran memastikan pengembangan kelapa sawit tidak akan mengganggu lahan pangan yang sudah ada seperti sawah, karena telah diatur dalam regulasi yang berlaku. "Ada regulasinya, ada perlindungan. Ini nanti mudah-mudahan selesai dalam waktu cepat, Kita target ini. Kebut ya," ucap dia.


Ia menilai peningkatan produksi kelapa sawit juga didorong oleh prospek harga global dan ekspor yang membaik, yang dinilai dapat meningkatkan semangat petani untuk menanam. "Asal ini (harga CPO) naik terus, ekspor naik, ini produksinya naik, karena petani semangat," jelas Amran.


Prabowo Dorong Tanam Sawit, Tebu & Singkong di Papua


Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mau mendorong percepatan swasembada energi. Sehingga dia berpesan kepada kepala daerah untuk melakukan penanaman komoditas kelapa sawit hingga tebu di Papua demi bahan bakar nabati terbarukan.


Arahan itu disampaikan saat acara pemberian pengarahan kepada Kepala Daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otomoni Khusus Papua, di Istana Negara, Selasa (16/12/2025).


Menurut Prabowo, Papua memiliki potensi besar untuk pengembangan bahan baku bioenergi yang dapat menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) maupun etanol.


"Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit. Juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam lima tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri," kata Prabowo.


Sehingga nantinya Indonesia tidak hanya menggapai swasembada pangan. Selain itu juga mampu mengurangi jumlah triliunan dana subsidi yang digelontorkan tiap tahun. "Dengan demikian kita bisa menutup ratusan triliun untuk subsidi. Ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri," ujarnya.


"Kalau kita bisa menanam kelapa sawit, tanam singkong, tanam tebu pakai tenaga surya dan tenaga air, bayangkan berapa ratus triliun kita bisa hemat tiap tahun," imbuh Prabowo.

(hoi/hoi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |