Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna media sosial menuding Apple Maps menghapus sejumlah desa dan kota di Lebanon selatan di tengah konflik yang masih berlangsung. Tuduhan tersebut memicu protes karena wilayah yang dimaksud berada di area terdampak serangan dan evakuasi massal.
Pengguna di platform X dan media sosial lainnya membagikan tangkapan layar yang menunjukkan tidak adanya label wilayah seperti Bint Jbeil, Aita Ash-Shaab, Naqoura, hingga Maroun El Ras. Menurut mereka, lokasi-lokasi tersebut lebih sulit ditemukan dibandingkan pada layanan peta lain.
Gelombang protes ini muncul ketika Israel menduduki Lebanon selatan. Warga Lebanon hidup dalam cemas terancam serangan Israel, peringatan evakuasi, dan perpindahan massal. Kondisi ini membuat persoalan visibilitas wilayah menjadi sangat penting.
"Apple telah menghapus nama-nama desa Lebanon di Lebanon Selatan. Saat Israel menginvasi, mereka sudah mengatur negara untuk membenarkan pendudukan. Saya belum pernah melihat hal seperti ini," tulis akun @EthanLevins2 di X.
Apple membantah bahwa kota dan desa di Lebanon dihapus dari Apple Maps tidak benar. Perusahaan menyatakan lokasi yang dipersoalkan sebenarnya tidak pernah ditampilkan sebagai kota atau desa pada Apple Maps sejak awal, sehingga tidak ada yang dihapus dari platform.
Hasil pengecekan WIRED Middle East juga menunjukkan beberapa wilayah yang dikritik memang tidak tampil sebagai label kota atau desa di Apple Maps, bahkan pada tingkat pembesaran lebih dekat. Dalam sejumlah kasus, nama jalan, bisnis, dan titik penting lokal justru muncul lebih dulu dibanding nama wilayah.
Sebaliknya, pada platform pesaing seperti Google Maps, lokasi yang sama muncul dengan label kota dan desa yang jelas pada tingkat zoom lebih luas.
Apple menjelaskan pengalaman Apple Maps versi terbaru yang lebih detail belum tersedia di wilayah tersebut dan memang belum diluncurkan secara global. Perusahaan juga menegaskan bahwa absennya label tidak berarti suatu lokasi dihapus, karena tampilan peta bergantung pada tingkat zoom, desain antarmuka, serta sumber data.
Namun perbandingan memunculkan pertanyaan baru. Apple Maps menampilkan label detail untuk kota-kota di Israel, termasuk wilayah dekat perbatasan Lebanon, sementara banyak lokasi di Lebanon selatan tidak muncul dengan detail serupa.
Apple hanya menyatakan fitur peta terbaru belum tersedia di "wilayah tersebut" tanpa menjelaskan apakah yang dimaksud khusus Lebanon atau kawasan lebih luas. Perusahaan juga menolak menjawab pertanyaan terkait perbedaan tampilan wilayah bertetangga dan rencana ekspansi layanan.
Kontroversi ini terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang semakin dalam. Sejak awal Maret, serangan dan peringatan evakuasi memicu perpindahan massal di Lebanon selatan dan pinggiran Beirut. Sekitar 1,3 juta orang dilaporkan mengungsi, dengan banyak sekolah dijadikan tempat penampungan sementara.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)






