Bayar Tol Tanpa Buka Kaca Belum Siap Diuji Massal, Ini Alasannya

1 hour ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menegaskan penerapan sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) belum memasuki tahap uji coba luas. Saat ini, pengembangan teknologi tersebut masih berada pada fase awal berupa pra-uji coba untuk memastikan kesiapan sistem sebelum diterapkan ke publik secara lebih luas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menjelaskan, implementasi MLFF tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut perubahan besar dalam sistem layanan jalan tol nasional. Menurutnya, proses yang dijalankan saat ini masih fokus pada pengujian fungsi dasar sistem.

"Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan," ujar Wilan dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Pemerintah saat ini masih menjalankan tahapan pra-uji coba yang mencakup functional test. Tahapan ini dinilai krusial sebelum melangkah ke fase berikutnya, yakni uji coba lebih luas yang disertai evaluasi menyeluruh.

"Saat ini kami masih berada pada tahap pra-uji coba yang mencakup functional test. Tahapan ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh," jelasnya.

Selain kesiapan teknologi, pemerintah juga menyoroti faktor pengguna sebagai tantangan utama. Tingginya penggunaan smartphone di masyarakat belum sepenuhnya menjamin kesiapan dalam mengadopsi sistem baru seperti MLFF. Masih ada persoalan literasi digital hingga kepatuhan pengguna yang perlu diperhatikan.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat kesiapan ekosistem pendukung. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk badan usaha pelaksana dan pemangku kepentingan lain, untuk memastikan integrasi sistem berjalan mulus. Aspek seperti regulasi, keamanan data, hingga kesiapan operasional menjadi fokus utama dalam tahap ini.

Pemerintah menilai keberhasilan MLFF tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antara sistem, pengguna, dan ekosistem secara keseluruhan. Karena itu, pendekatan bertahap dipilih agar implementasi ke depan dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan gangguan di lapangan.

Jika seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik, MLFF diharapkan mampu meningkatkan kelancaran lalu lintas, memangkas waktu perjalanan, serta mendorong efisiensi layanan jalan tol secara berkelanjutan.

"Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku. Oleh karena itu, perlu disiapkan proses adaptasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik," ujar Wilan.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |