Jakarta, CNBC Indonesia -Selain tantangan kecepatan produksi dari China yang semakin sulit dikejar produsen otomotif Jepang kini dihadapkan pada masalah baru yaitu krisis pasokan aluminium. Ketegangan di timur tengah dan gangguan di Selat Hormuz memutus jalur logistik utama, memaksa industri mengurangi produksi dan mencari pasokan alternatif.
Selengkapnya dalam program Autobizz CNBC Indonesia (Selasa, 21/04/2026) berikut ini.
Add
source on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455267/original/021553200_1766643113-IMG_2828_1_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452691/original/069041600_1766425778-photo-grid_-_2025-12-22T223121.275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453286/original/078229000_1766473900-SnapInsta.to_599701766_18550840858037738_1350486577532420596_n.jpg)





