Video: Genjot PAD, Sulteng Andalkan Tambang dan Ekspor Durian ke China

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintahan Presiden Prabowo melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran yang salah satunya melalui pemangkasan alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD)yang ditujukan untuk mendukung program prioritas pemerintah.

Langkah efisiensi ini disebut Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid memberikan dampak positif untuk mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan Pendapatan Asli daerah (PAD).

Di Sulawesi Tengah, pengolahan sumber daya alam (SDA) menjadi tulang punggung untuk menopang biaya pembangunan daerah dimana dengan pemangkasan TKD ke Sulteng mencapai Rp 530 Miliar di 2025 dan Rp 1,2 Triliun di 2026.

PAD Sulteng didorong melalui sektor tamang, pajak kendaraan, pajak bahan bakar, pajak air permukaan hingga meningkatkan partisipasi interest atau kewajiban divestasi saham atas Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) guna bisa menopang fiskal daerah.

Di sisi lain hilirisasi sektor pertanian dan perikanan menjadi fokus pengembangan pendapatan dan ekonomi daerah melalui ekspor kelapa, hingga durian ke Tiongkok.

Seperti apa dampak pemangkasan TKD? dan bagaimana strategi Pemda Sulteng mengerek PAD? Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dalam Nation Hub, CNBC Indonesia (Senin, 25/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |