Usai Insiden KRL, Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah

2 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur memicu evaluasi terhadap pengaturan gerbong khusus perempuan di KRL. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong wanita tidak lagi ditempatkan di ujung rangkaian, melainkan di bagian tengah.

Usulan tersebut disampaikan Arifah usai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026). Ia menilai penempatan gerbong wanita perlu ditinjau ulang demi meningkatkan aspek keselamatan penumpang perempuan.

"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujarnya mengutip detikcom, Selasa.

Arifah mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia terkait alasan penempatan gerbong wanita di bagian depan atau belakang rangkaian. Menurut penjelasan KAI, posisi tersebut selama ini dipilih untuk menghindari penumpukan atau rebutan penumpang.

Meski demikian, ia mendorong perubahan dengan menempatkan gerbong pria atau campuran di bagian ujung rangkaian, sementara gerbong wanita berada di tengah. "Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah," katanya.

Diketahui, kecelakaan terjadi saat KA Argo Bromo menabrak bagian belakang KRL yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Seluruh korban yang dievakuasi berasal dari gerbong wanita.

Kepala Basarnas, M Syafii, menyebut korban dalam insiden tersebut seluruhnya perempuan. "100% yang kita evakuasi perempuan," ujarnya di lokasi.

Ia menambahkan, proses evakuasi telah rampung pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Seluruh tim SAR yang terlibat juga telah dikembalikan ke satuan masing-masing setelah operasi dinyatakan selesai.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |