Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) amblas pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026). Dalam 5,5 jam perdagangan hari ini, IHSG mengalami guncangan hebat hingga membukukan sejumlah catatan buruk.
Namun pada hari ini, IHSG terpantau ditutup turun sebesar 4,11% ke level 5.941,07 dari penutupan hari sebelumnya, bahkan di tengah sesi perdagangan kedua IHSG sempat menyentuh level 5.842,00 terendah sejak 31 Mei 2021 pada era Covid-19 ketika virus Covid Delta marak di Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar para investor tak perlu cemas pada situasi pasar modal saat ini. Sebab, menurutnya, fundamental perekonomian Indonesia masih bagus.
Menurutnya, hal yang menyebabkan IHSG longsor adalah aksi jual akibat dari respons investor. Namun, kondisi ini diperkirakan hanya dalam jangka pendek.
"Jangan takut, fundamental ekonomi bagus Jadi ini mungkin ada short, takutan orang yang ngapain deh. Fundamental ekonominya bagus, nggak ada masalah," ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (3/5/2026).
Purbaya mengatakan, ketahanan ekonomi Indonesia juga dapat tercermin dari pendapatan pajak dan perputaran ekonomi Indonesia. Daya beli dianggap masih bagus dengan konsumsi masyarakat yang masih ada.
"Saya pikir kalau liburan ke daerah, Jakarta kan kosong. Ternyata Jakarta juga rame. Saya nggak kemana-mana, saya jalan-jalan ke Jakarta, rame juga Jadi emang masih kuat Daya beli masyarakat masih cukup kuat Itu akan mendorong pertemuan ekonomi kita Jadi nggak usah takut kita akan jeblok atau apa," ungkapnya.
Purbaya menambahkan, IHSG dapat kembali berbalik menguat karena memiliki fondasi ekonomi yang cukup baik.
"Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," tutupnya.
Sebagai informasi, data pergerakan pasar menunjukkan bahwa indeks acuan bursa domestik ini sebelumnya sempat bertengger di titik tertinggi historisnya pada level 9.134,70 yang dicatatkan pada 20 Januari 2026.
Penurunan dari titik puncak pada tanggal 20 Januari 2026 hingga posisi terendah saat ini merefleksikan tingkat koreksi ekstrem yang mencapai 34,96% hanya dalam rentang waktu perdagangan kurang dari enam bulan.
(dce)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501953/original/051963100_1770963638-collage-1770963016593.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504391/original/040889300_1771234034-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_16.07.54__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503685/original/018522300_1771207869-IMG_5126_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494769/original/017852300_1770340983-IMG_4607_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495267/original/070964000_1770362176-collage-1770361735577.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496238/original/049857200_1770516142-SnapInsta.to_628251077_18560930053012162_3184567118963434244_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517799/original/038484000_1772439698-IMG_5502_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509795/original/044438600_1771758038-SnapInsta.to_639517660_18514687228077855_7982472988900909272_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504902/original/070313200_1771311556-collage-1771310149668.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503831/original/023595600_1771213974-collage-1771213135093.png)