Terungkap, Alasan Domba Jadi Pengganti Nabi Ismail Buat Kurban

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha dengan melaksanakan ibadah kurban. Bagi mereka yang memiliki kemampuan, penyembelihan hewan kurban dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus sarana berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Merujuk laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), hukum berkurban adalah sunnah muakad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Bagi muslim yang mampu, berkurban seekor sapi dinilai lebih utama dibandingkan seekor kambing.

Tradisi kurban berakar pada kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dalam Al-Qur'an, tepatnya Surat As-Saffat ayat 102, dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim menerima mimpi yang diyakininya sebagai perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri.

"Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"

Perintah tersebut tentu bukan perkara mudah bagi Ibrahim. Ismail merupakan anak yang sangat dinantikannya. Dia baru memperoleh keturunan di usia yang sudah lanjut setelah penantian panjang bersama Siti Hajar. Karena itu, perintah tersebut mengguncang batin sang nabi.

Namun respons Ismail justru menunjukkan ketundukan yang sama kepada kehendak Tuhan. Dalam ayat yang sama, Ismail menjawab:

"Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,"

Setelah percakapan tersebut, Ibrahim bersiap melaksanakan perintah Allah. Namun ketika proses penyembelihan hendak dilakukan, Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor domba. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar ibadah kurban yang diperingati setiap Idul Adha.

Di balik kisah tersebut muncul pertanyaan menarik: mengapa Ismail digantikan dengan seekor domba? Mengapa bukan hewan lain?

Jika ditinjau dari sudut pandang sejarah, domba merupakan salah satu hewan ternak yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Timur Tengah. Hewan ini mudah dipelihara dan digembalakan di wilayah yang memiliki iklim kering seperti kawasan Arab dan sekitarnya.

Atas dasar itu, domba memiliki nilai ekonomi dan sosial yang tinggi. Kepemilikan ternak domba bahkan kerap menjadi simbol kemakmuran. Banyak kelompok masyarakat menggantungkan hidup pada peternakan dan aktivitas penggembalaan.

Tradisi menggembala juga dijalani oleh banyak tokoh penting pada masa itu. Salah satunya adalah Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi nabi. Dalam Muhammad Sang Nabi: Sebuah Biografi Kritis (2011), disebutkan bahwa Muhammad pernah bekerja sebagai penggembala kambing. Profesi tersebut umum dijalankan karena para pemilik ternak membutuhkan orang yang dapat membawa hewan-hewan mereka mencari pakan secara teratur.

Popularitas domba semakin kuat karena sejumlah tradisi keagamaan yang berkembang di Timur Tengah melarang konsumsi daging babi. Sebagai gantinya, masyarakat lebih banyak mengonsumsi daging domba dan berbagai olahan turunannya.

Dengan latar belakang tersebut, keberadaan domba sebagai hewan pengganti Ismail menjadi sesuatu yang mudah dipahami dalam konteks sejarah. Domba merupakan hewan ternak yang paling umum, bernilai tinggi, dan sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Timur Tengah pada masa Nabi Ibrahim.

(mfa/mfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |