Tak Cuma Gemas, Pelihara Kucing Punya Dampak Besar untuk Kesehatan

2 hours ago 5
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah gaya hidup modern yang penuh tekanan, banyak orang mencari cara sederhana untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Salah satunya ternyata bisa dimulai dari rumah, lewat kehadiran hewan peliharaan seperti kucing yang tak hanya menghibur, tapi juga membawa sejumlah manfaat kesehatan.

Berikut sejumlah manfaat yang bisa didapat dari memelihara kucing di rumah:

Studi di Australia yang melibatkan lebih dari 5.700 responden menemukan, pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah dibanding mereka yang tidak memiliki hewan, dengan kondisi sosial ekonomi dan indeks massa tubuh yang serupa.

2. Mengurangi stres

Kontak fisik seperti membelai atau memeluk kucing dapat memicu pelepasan endorfin, hormon yang membantu memperbaiki suasana hati. Aktivitas bermain dan merawat kucing juga memberi efek relaksasi sekaligus meningkatkan energi.

3. Menekan risiko penyakit jantung

Penelitian dari University of Minnesota menunjukkan, orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko meninggal akibat penyakit jantung 30-40% lebih tinggi dibanding pemilik kucing. Studi ini dilakukan selama 10 tahun dengan ribuan partisipan.

4. Membantu anak dengan autisme

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Missouri, Amerika Serikat, menunjukkan interaksi sosial anak penderita autisme mengalami peningkatan signifikan ketika mereka dikelilingi oleh hewan peliharaan.

Hampir setengah dari jumlah keluarga yang diteliti memiliki kucing sebagai hewan peliharaan. Orang tua dalam keluarga-keluarga tersebut melaporkan adanya ikatan emosional yang kuat antara mereka dan anak-anak mereka.

5. Meredakan nyeri otot dan sendi

Suara dengkuran kucing atau purring diketahui berada pada frekuensi 20-140 Hz, yang diyakini dapat membantu meredakan nyeri pada tulang, sendi, dan otot.

6. Menjaga kesehatan mental

Berinteraksi dengan hewan peliharaan, termasuk kucing, bisa memicu pelepasan hormon oksitosin dalam tubuh manusia. Hormon oksitosin sering disebut sebagai hormon cinta dan koneksi sosial.

Riset mengungkapkan bahwa saat seseorang berinteraksi dengan kucing, terjadi peningkatan kadar oksitosin dalam darah. Ini dapat berkontribusi pada peningkatan perasaan relaksasi dan kebahagiaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Allen et al. (2020) menunjukkan bahwa bermain dengan kucing selama sesi terapi dapat mengurangi tingkat kortisol dan hormon stres dalam tubuh manusia.

Para partisipan yang berinteraksi dengan kucing mengalami penurunan signifikan dalam tingkat kecemasan dan merasa lebih rileks. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan kucing dapat membantu menurunkan respons stres dan mengurangi tekanan psikologis yang dirasakan.

7. Meningkatkan daya tahan tubuh

Memelihara kucing bisa membantu melindungi anak-anak dari risiko sejumlah penyakit, seperti infeksi, alergi, dan gangguan pernapasan.

Penelitian terhadap anjing dan kucing menunjukkan bahwa anak-anak yang berinteraksi dengan kedua hewan peliharaan ini sejak usia dini memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi gangguan pernapasan.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |