Sumber Kehidupan Timur Tengah Musnah, Rasulullah Pernah Peringatkan

15 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Sungai Eufrat dan Tigris selama ribuan tahun dikenal sebagai urat nadi dan penopang lahirnya peradaban awal manusia. Wilayah subur di antara kedua sungai purba tersebut-yang secara historis dikenal sebagai Mesopotamia-merupakan tempat lahirnya kota-kota pertama di dunia seperti Uruk dan Babilonia, yang kini secara administratif berada di wilayah Irak.

Namun, kondisi terkini menunjukkan adanya ancaman krisis lingkungan yang sangat serius. Sumber kehidupan yang dahulu megah dan menopang puluhan generasi ini dilaporkan mulai lenyap secara perlahan akibat hantaman perubahan iklim global.

Berdasarkan sejumlah perkiraan dan pemodelan lingkungan, aliran Sungai Eufrat dan Tigris diproyeksikan berpotensi menyusut drastis hingga mengering total pada tahun 2040 mendatang. Krisis ini terjadi seiring dengan meningkatnya suhu bumi, kekeringan berkepanjangan, serta curah hujan yang terus merosot di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Peringatan Rasulullah Sejak 14 Abad Lalu

Menariknya, fenomena menyusutnya salah satu sungai paling vital di dunia ini ternyata selaras dengan apa yang telah diperingatkan oleh Nabi Muhammad SAW sejak 14 abad silam. Mengeringnya Sungai Eufrat dipercayai dalam literatur Islam sebagai salah satu nubuat atau tanda-tanda akhir zaman.

Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia menjadi saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya." (HR. Muslim No. 2894).

Secara ilmiah, keringnya sungai ini memang memicu konflik geopolitik baru akibat perebutan akses air bersih yang kian langka di kawasan Timur Tengah.

Ancaman Nyata Bagi 60 Juta Jiwa

Dampak dari hilangnya volume air di sistem sungai ini tidak bisa diremehkan. Berdasarkan data terkini, tercatat ada sekitar 60 juta orang yang menggantungkan seluruh roda kehidupannya pada aliran sistem Sungai Eufrat dan Tigris.

Masyarakat yang tersebar di wilayah Turki, Suriah, hingga Irak sangat bergantung pada ekosistem air ini untuk berbagai kebutuhan krusial, mulai dari pasokan air minum harian, sektor pertanian, hingga sumber energi utama lewat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Kombinasi antara salah kelola sumber daya air, ketegangan politik antar-negara pembatas (hulu-hilir), serta hantaman perubahan iklim yang ekstrem kini menempatkan masa depan Timur Tengah berada di ujung tanduk.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |