Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mewanti-wanti kalangan ekonom yang kerap menyampaikan sentimen buruk ke masyarakat, dengan mengatakan ekonomi RI akan hancur tanpa memanfaatkan data dan perhitungan yang jelas.
"Saya enggak anti kritik, enggak apa-apa. Tapi jangan bilang begini: 2 bulan lagi ekonomi Indonesia akan hancur. Akan resesi," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Menurut Purbaya, pernyataan yang menyebut ekonomi RI akan hancur dalam dua bulan ke depan didasarkan pada perhitungan ekonomi yang tidak benar.
ia menyebut, ekonom yang mengatakan ekonomi RI hancur dalam dua bulan itu hanya mempertimbangkan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
"Alasannya karena harga minyak akan 200 dolar per barrel, rupiah akan berapa puluh ribu, ya kalau itu ya iya kalau harga minyak 200 dolar per barrel semua dunia resesi, tenang saja, enggak usah pusing," kata Purbaya.
"Jadi asumsinya nggak masuk akal. Jadi itu bukan ekonom yang betul," tegasnya.
Purbaya mengatakan bila ekonom itu memperhitungkan faktor risiko secara benar, maka akan mempertimbangkan seluruh estimasi risiko, mulai dari data historis, hingga kebijakan pemerintah yang selama ini telah dibuat dalam merespons tekanan global.
"Coba anda lihat. Sekarang saja Amerika sudah kelabakan kan? 100 dolar aja di sana BBM-nya naik hampir 100%, rakyatnya mulai marah. Makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan? Bisa sampai 150? Jatuh Trump sudah. Bukan kita yang jatuh, tapi di sana," papar Purbaya.
"Kalau kita masih bisa jaga di sini. Jadi itu hitungannya. Kalau ekonom itu seperti itu, jangan asbun. Kalau enggak ngerti, sekolah lagi, apalagi yang profesor itu, enggak pernah sekolah kok," ungkapnya.
(arj/mij)
Addsource on Google

















































