Saham Produsen Toilet Tiba-Tiba Melonjak, Ternyata Gegara AI

9 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham produsen toilet dan perlengkapan kamar mandi asal Jepang, Toto Ltd. tiba-tiba menjadi saham yang diminati investor terlihat dari harga saham perusahaan yang terdaftar di bursa Tokyo itu naik lebih dari 40% tahun ini.

Hal itu didorong oleh adanya sentimen bahwa Toto bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI). Dukungan teknologi AI sebenarnya tidak ada hubungannya dengan toiletnya.

Adapun salah satu bisnis andalan Toto adalah memproduksi keramik terdepan yang digunakan oleh produsen peralatan semikonduktor. Bisnis itu dinilai menguntungkan, dan ingin difokuskan lebih lagi oleh salah satu pemegang saham besar Toto ke depannya.

Palliser Capital yang berbasis di London, salah satu dari 20 pemegang saham terbesar Toto, mengeluarkan laporan awal pekan ini yang merinci bagaimana perusahaan dapat meningkatkan nilai bagi investor dengan menggandakan investasi di bisnis keramik.

Laporan tersebut, berjudul "Memaksimalkan Nilai TOTO-Penerima Manfaat AI Memori yang Paling Diremehkan dan Diabaikan," menjelaskan bagaimana Toto dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan "bertransformasi dari keunggulan sanitasi menjadi inovator material semikonduktor."

Palliser menunjukkan bahwa produksi chuck elektrostatik Toto, komponen keramik yang digunakan oleh perusahaan peralatan chip untuk mengukir wafer semikonduktor, adalah bisnis yang sangat menguntungkan, menghasilkan margin laba operasi sebesar 40,6% dan pengembalian aset sebesar 34,2%. Angka tersebut lebih tinggi daripada angka yang sebanding untuk pesaing seperti Shinko, NGK, Sumitomo Osaka, dan Niterra.

Meskipun demikian, Palliser berpendapat bahwa saham Toto undervalued sekitar 55%. Lantas, mereka mengatakan perusahaan perlu meningkatkan transparansi tentang nilai dan prospek bisnis keramik, berinvestasi lebih banyak di unit tersebut karena prospek pertumbuhannya yang lebih tinggi, dan meningkatkan efisiensi modalnya dengan meningkatkan penjualan saham yang dimiliki Toto di perusahaan lain.

Toto tidak segera memberikan komentar mengenai proposal Palliser. Namun, meskipun sahamnya telah meroket tahun ini, Palliser meyakini masih ada potensi kenaikan yang signifikan.

Tercatat, saham Toto diperdagangkan sekitar 6.200 yen (US$40), setelah melonjak dari sekitar 5.500 yen (US$35,50) usai berita tentang rencananya.

Palliser berpendapat bahwa saham tersebut dapat mencapai 8.800 yen (US$56,85) jika perusahaan menjalankan rencananya, naik lebih dari 55% dari harga saham sebelum Palliser mengajukan proposalnya.

Namun, para analis tidak begitu yakin. Hanya tiga dari tujuh analis yang mengikuti Toto merekomendasikan saham tersebut sebagai "Buy" (Beli).

Tiga analis lainnya memberikan peringkat "Hold" (Tahan) dan satu analis memberikan peringkat "Sell" (Jual). Target harga rata-rata untuk saham tersebut sedikit di bawah 4.800 yen (US$31), lebih dari 20% di bawah harga saat ini.

Jadi, meskipun Palliser menilai Toto terlihat seperti "barang murah" pada level saat ini, investor perlu menyadari bahwa banyak ahli lain berpikir Anda akan membuang uang Anda begitu saja jika membeli saham ini.

Sebagai catatan, Toto Ltd. memiliki entitas bisnis di Indonesia, yakni PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO). Perusahaan itu merupakan joint venture antara Toto Ltd. dengan CV Surya.

(fsd/fsd)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |