Aisha Mayra, CNBC Indonesia
04 June 2026 20:10
Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan rupiah membuat banyak lini kehidupan bergerak lebih berat.
Nilai tukar rupiah anjlok pada hari ini, Kamis (4/6/2026) ke level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini membuat orang tua yang menyekolahkan anaknya di luar negeri harus mengeluarkan uang lebih banyak karena konversi yang lebih besar.
Kuliah di Melbourne memang tidak tiba-tiba menjadi lebih mahal.
Universitas tetap mengenakan biaya yang sama. Apartemen yang disewa mahasiswa Indonesia juga tidak berubah. Harga kopi pagi di kampus pun kurang lebih masih sama.
Namun bagi banyak orang tua di Indonesia, tagihannya terus membengkak.
Ketika rupiah melemah, setiap dolar Australia, poundsterling Inggris, atau dolar AS membutuhkan lebih banyak rupiah untuk dibeli. Akibatnya, biaya pendidikan yang sama mendadak terasa jauh lebih mahal.
Bagi sebagian keluarga, selisihnya bukan ratusan ribu rupiah. Melainkan puluhan hingga ratusan juta rupiah per tahun.
Ribuan Keluarga Menghadapi Masalah yang Sama
Australia menampung sekitar 25.450 pelajar Indonesia, menjadikannya tujuan studi luar negeri terbesar. Malaysia memiliki sekitar 10.000 mahasiswa Indonesia, sementara Amerika Serikat menampung lebih dari 8.000 pelajar. Jepang, Inggris, dan Jerman juga menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa Indonesia lainnya.
Sebagian memang menerima beasiswa. Namun banyak yang masih bergantung pada dana yang dikirim keluarga dari Indonesia setiap bulan.
Artinya, ketika rupiah melemah, dampaknya tidak berhenti di pasar valuta asing.
Dampaknya ikut masuk ke kamar kos mahasiswa di Sydney, London, Boston, hingga Tokyo.
Ketika Rupiah Turun, Tagihan Ikut Naik
Dampak paling mudah terlihat ada pada uang kuliah.
Di Australia, biaya studi AUD40.000 per tahun yang sebelumnya setara sekitar Rp420 juta kini menjadi sekitar Rp480 juta. Tidak ada perubahan kampus atau program studi, tetapi keluarga harus menyiapkan tambahan sekitar Rp60 juta.
Di Amerika Serikat, biaya kuliah US$25.000 per tahun naik dari sekitar Rp387,5 juta menjadi Rp450 juta. Selisihnya mencapai Rp62,5 juta.
Namun tekanan terbesar datang dari Inggris. Biaya kuliah £25.000 yang sebelumnya setara sekitar Rp475 juta kini mendekati Rp575 juta. Hanya karena perubahan kurs, beban keluarga bertambah sekitar Rp100 juta per tahun.
Biaya Hidup yang Diam-Diam Membengkak
Meski uang kuliah terlihat paling besar, pengeluaran yang paling terasa justru biaya hidup sehari-hari.
Sewa kamar, makan, transportasi, internet, dan kebutuhan rutin harus dibayar setiap bulan.
Di Amerika Serikat, biaya hidup sekitar US$1.500 per bulan yang sebelumnya setara Rp23,2 juta kini mendekati Rp27 juta. Artinya, keluarga perlu mengirim tambahan hampir Rp3,8 juta setiap bulan hanya untuk mempertahankan standar hidup yang sama.
Di Australia, biaya hidup mahasiswa di Sydney atau Melbourne umumnya berkisar AUD1.800-AUD3.500 per bulan. Ketika rupiah melemah, kenaikan beban langsung terasa pada pengeluaran rutin.
Di Inggris, tekanan serupa muncul dari biaya hidup di London. Pemerintah Inggris bahkan mensyaratkan bukti dana hidup hingga £1.529 per bulan bagi mahasiswa internasional.
Uang kuliah dibayar setahun sekali. Biaya hidup datang setiap bulan.
Karena itu dampaknya sering terasa lebih cepat.
Tidak Semua Mahasiswa Menghadapi Situasi yang Sama
Pelemahan rupiah juga menciptakan pengalaman yang berbeda di kalangan mahasiswa Indonesia.
Penerima beasiswa yang menerima pendanaan dalam mata uang negara tujuan relatif lebih terlindungi dari gejolak kurs. Sebaliknya, mahasiswa yang dibiayai keluarga harus menukar rupiah ke mata uang asing setiap kali membayar uang kuliah atau biaya hidup.
Di kampus yang sama, sebagian mahasiswa mungkin hampir tidak merasakan dampaknya. Sebagian lain harus meninjau ulang anggaran, mencari tempat tinggal yang lebih murah, atau meminta tambahan dana dari rumah.
Negara Mana yang Paling Berat?
Tekanan akibat pelemahan rupiah tidak merata.
Inggris menjadi salah satu tujuan studi yang paling mahal karena kombinasi biaya kuliah tinggi dan nilai tukar poundsterling yang kuat. Dalam simulasi sebelumnya, tambahan bebannya mencapai sekitar Rp100 juta per tahun.
Amerika Serikat menawarkan tantangan berbeda: uang kuliah mahal ditambah biaya hidup tinggi di kota-kota seperti New York atau Boston.
Australia mungkin tidak menghasilkan tambahan biaya sebesar Inggris untuk tiap mahasiswa. Namun karena jumlah mahasiswa Indonesia di sana paling besar, dampaknya dirasakan oleh lebih banyak keluarga.
Sementara itu, Malaysia relatif lebih terjangkau dari sisi biaya pendidikan maupun biaya hidup. Jepang juga cenderung memberikan tekanan yang lebih moderat dibanding negara-negara berbahasa Inggris.
Ketika Kurs Menjadi Urusan Keluarga
Bagi sebagian orang, pelemahan rupiah mungkin hanya muncul sebagai angka di layar handphone atau headline di berita.
Namun bagi keluarga yang setiap bulan mengirim uang ke luar negeri, angka itu punya arti yang jauh lebih konkret.
Pada akhirnya, pergerakan kurs bukan hanya cerita tentang pasar keuangan.
Bagi ribuan keluarga Indonesia, ia juga menentukan berapa mahal harga sebuah pendidikan.
(mae/mae)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501953/original/051963100_1770963638-collage-1770963016593.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504391/original/040889300_1771234034-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_16.07.54__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503685/original/018522300_1771207869-IMG_5126_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494769/original/017852300_1770340983-IMG_4607_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495267/original/070964000_1770362176-collage-1770361735577.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496238/original/049857200_1770516142-SnapInsta.to_628251077_18560930053012162_3184567118963434244_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517799/original/038484000_1772439698-IMG_5502_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503831/original/023595600_1771213974-collage-1771213135093.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509795/original/044438600_1771758038-SnapInsta.to_639517660_18514687228077855_7982472988900909272_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504902/original/070313200_1771311556-collage-1771310149668.png)