RI Banjir Impor Perhiasan Emas Australia, Meroket 634% di Januari 2026

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor komoditas perhiasan dan logam mulia dari Australia tumbuh 634,30% secara tahunan pada Januari 2026. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan impor nonmigas dari Australia tercatat sebesar US$ 507,59 juta. Dari catatan BPS, nilai tersebut didominasi logam mulia dan perhiasan atau permata dengan share 47,54%.

"Ternyata, perhiasan atau logam mulia banyak diimpor dari Australia dengan share-nya 47,54%. Impor logam mulia dan perhiasan tersebut tumbuh 634,30% secara yoy," kata Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (2/3/2026).

Selain itu, Indonesia juga membukukan impor serealia dari Australia sebesar US$157,75 juta dengan pangsa 14,77% dan pertumbuhan 97,14% secara tahunan (year-on-year/yoy), serta bahan bakar mineral sebesar US$77,92 juta dengan pangsa 7,30% dan tumbuh 18,62% yoy.

Dengan demikian, total impor nonmigas dari Australia tercatat sebesar US$1,07 miliar dengan pangsa 5,92% pada Januari 2026. Adapun, emas telah menjadi pendorong inflasi pada Februari 2026. Inflasi emas dan perhiasan mencapai 8,42% secara tahunan (year on year/yoy). Menurut data BPS, inflasi emas masuk menjadi pendorong sejak Ramadan pada 2024.

Harga emas sepanjang Januari hingga Februari 2026 mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Pada hari ini, harga emas Antam di Tanah Air meningkat hingga menyentuh harga Rp 3.135.000 per gram. Kenaikan dipicu oleh kondisi perang Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |