Raja Ecommerce PHK 30.000 Orang, Karyawan Langsung Berontak

4 hours ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal masih terus menggerogoti industri teknologi di Amerika Serikat (AS). Selain Meta Platforms, perusahaan lain yang paling rajin memangkas karyawan adalah Amazon.

Raja e-commerce tersebut sedang melakukan transformasi besar-besaran dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), sembari melakukan efisiensi dalam bentuk pengurangan karyawan.

Dalam delapan bulan terakhir, Amazon telah melakukan PHK yang berdampak kepada 30.000 karyawan. CEO Amazon Andy Jassy menekankan upayanya untuk menyederhanakan operasional perusahaan, serta memangkas lapisan manajemen, dikutip dari Mashable, Kamis (4/6/2026).

Di saat bersamaan, Amazon berkomitmen menginvestasikan miliaran dolar untuk memperluas infrastruktur AI, termasuk data center canggih yang dibutuhkan untuk mendukung inisiatif AI yang terus berkembang, sebuah langkah yang telah menarik perhatian dan kritik yang semakin meningkat.

Karyawan Ngamuk

Menurut laporan CNBC International, dorongan agresif Amazon ke bidang AI menuai kritik dari sebagian karyawannya sendiri. Selama sidang Dewan Kota Seattle pekan ini, sekelompok engineer Amazon mendukung proposal untuk mengatur pembangunan data center AI skala besar.

Alasannya, karyawan tak terima ekspansi AI perusahaan yang pesat terjadi saat ribuan pekerja kehilangan pekerjaan mereka.

Salah satu karyawan, Patrick Schloesser, seorang engineer software di Amazon Web Services (AWS), menunjuk pada PHK yang baru-baru ini dilakukan perusahaan terhadap sekitar 30.000 karyawan selama delapan bulan terakhir.

Dalam sidang tersebut, ia menyatakan bahwa PHK mencerminkan urgensi yang dihadapi Amazon dalam upaya memperluas daya komputasi yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan dan penerapan AI.

Debat ini muncul ketika Amazon dan para pesaingnya secara dramatis meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur AI. Menurut CNBC International, Amazon, Microsoft, Alphabet, dan Meta diperkirakan akan secara kolektif menginvestasikan sekitar US$700 miliar tahun ini untuk proyek-proyek terkait AI.

Amazon sendiri dilaporkan merencanakan sekitar US$200 miliar dalam pengeluaran modal pada tahun 2026, sebagian besar ditujukan untuk memperluas kemampuan AI-nya.

Dampak Lingkungan Gara-Gara Data Center

Pada saat yang sama, kekhawatiran tentang dampak lingkungan dari data center juga makin meningkat di seluruh AS.

Fasilitas-fasilitas ini membutuhkan listrik dan air dalam jumlah besar, yang memicu penentangan dari masyarakat setempat dan menarik perhatian para pembuat kebijakan.

Konferensi Nasional Legislatif Negara Bagian AS mengatakan 14 negara bagian sekarang sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang dapat membatasi, menunda, atau melarang pengembangan data center baru.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |