Purbaya Kasih Bukti Ekonomi Tumbuh 5,61% Bukan Cuma di Atas Kertas

1 hour ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pertumbuhan ekonomi yang mampu melesat ke level 5,61% pada kuartal I-2026 atau tertinggi sejak kuartal III-2022 bukan sekadar angka di atas kertas.

Ia menegaskan laju pertumbuhan yang makin cepat itu merupakan bukti geliat aktivitas perekonomian masyarakat secara nyata, sebab data itu muncul dari hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Saya juga iseng-iseng ke pasar, bukan mau jalan-jalan, tapi mau melihat belanjanya masyarakat bagaimana sih? Ramai terus di mana-mana," tegas Purbaya di kawasan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Berbagai data pendukung, kata dia juga menjadi bukti laju pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini memang kencang. Misalnya, penjualan mobil dan motor mampu melonjak, seiring aktivitas yang kembali normal pasca Lebaran. Penjualan mobil mampu tumbuh 55% dan motor mencapai pertumbuhan 28,1%.

Lalu, data konsumsi BBM untuk transportasi dan industri pada periode Maret mampu tumbuh cepat. BBM ritel tumbuhnya mencapai 11,9% pada akhir tiga bulan pertama tahun ini, BBM industri 17%, dan total konsumsi BBM naik 13%.

Penjualan listrik pun ia sebut masih mampu tumbuh tinggi menandakan konsumsi listrik rumah tangga, bisnis dan industri meningkat karena bergeliatnya ekonomi, total pertumbuhannya mencapai 19%.

Selain itu, konsumsi semen domestik yang mendukung program pembangunan di tanah air, pertumbuhannya bahkan kata Purbaya mampu menembus level 35,6% pada April 2026.

"Cross-check dengan angka penjualan mobil, angka penjualan motor, belanja masyarakat, konsumsi semen, dan juga konsumsi listrik, Itu gak otomatis sama dengan PDB-nya. Tapi sebagai checkpoint, betul enggak angka itu? Ketika tentunya naiknya kencang semua, berarti seperti itu," tegas Purbaya.

Purbaya pun mengaku sudah mengecek langsung aktivitas ekonomi masyarakat hingga ke level bawah, untuk membuktikan korelasi antara data pertumbuhan dengan geliat riil nya. Hasilnya, sejumlah pusat perbelanjaan ia klaim masih ramai, yang menandakan denyut ekonomi bergerak.

"Di Jogja ramai, di Surabaya ramai, di Bandung ramai, di Jakarta juga ke mal ramai, di Pasar tradisional juga ramai. Mungkin kalau dibilang ada tempat yang enggak ramai, pasti ada. Apalagi kalau diambil fotonya jam 2 malam," ungkap Purbaya.

"Cuma gitu, ekonomi kan mungkin belum sempurna 100%. Ini kan kita baru mulai bangkit dari pertumbuhan yang lambat ke pertumbuhan yang lebih cepat. Perlu waktu menyebarkan ekonomi secara merata," tegasnya.

(arj/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |