Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengkaji usulan potongan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar 10%.
Potongan itu dalam rangka efisiensi untuk menjaga angka defisit APBN sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB) dalam menghadapi tekanan harga minyak mentah dunia, akibat konflik di Timur Tengah. Dirinya mengaku belum ada angka final terkait besaran potongan.
"Kalau kami usulin, mereka (K/L) ngajuin 10% (efisiensi). Tapi kalau saya tawarin ke mereka (efisiensi 10%), mereka bukan potong malah nambah terus. Kalau mereka bilang potong, mungkin nanti mereka sesuaikan. Tapi berapa persen, lagi kami diskusikan," ujarnya kepada awak media usai salat Id di masjid Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta pada Sabtu (21/3/2026).
Selain itu, Purbaya juga menegaskan akan melakukan pembatasan pengajuan anggaran baru oleh K/L.
"Saya akan batasin anggaran-anggaran yang baru jangan diajukan lagi," ujarnya.
Meskipun ada rencana potongan dan pembatasan pengajuan anggaran oleh K/L, Menkeu memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan berdampak kepada perekonomian.
"Tapi nggak akan sampai berefek ke perekonomian, dan kami pastikan juga likuiditas terjaga baik. Itu saya monitor mungkin harian," imbuhnya.
Opsi ini sebelumnya kata dia telah dibahas dalam agenda Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang digelar pada Senin (16/3/2026).
"Jadi tadi ada didiskusikan, kalau harga BBM naik terus, langkah pertama ya itu, efisiensi. Kita sudah mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan oleh kementerian atau lembaga (K/L) nanti," ucap Purbaya dikutip Sabtu (21/3/2026).
Dalam rakortas itu, setiap kementerian atau lembaga telah diminta untuk mulai mempersiapkan porsi anggaran yang bisa dipangkas. "Mereka sudah kita suruh siapkan, kita minta siapkan, berapa persen anggarannya dipotong," tegasnya.
(haa/haa)
Addsource on Google

















































