Potret Chaos Mahasiswa Demo Kebijakan Presiden, "Disikat" Polisi

10 hours ago 4
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan selama protes terhadap kebijakan pemerintah Presiden Chili Jose Antonio Kast, di Santiago, Chili, 3 Juni 2026. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Bentrokan antara mahasiswa dan polisi pecah di pusat Kota Santiago, Chili, pada Rabu (3/6/2026), saat ribuan mahasiswa menggelar mogok nasional untuk memprotes kebijakan Presiden Jose Antonio Kast. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Para pengunjuk rasa bereaksi terhadap gas air mata yang digunakan oleh polisi anti huru hara selama protes terhadap kebijakan pemerintah Presiden Chili Jose Antonio Kast, di Santiago, Chili, 3 Juni 2026.

Polisi anti huru hara menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa yang berkumpul di Plaza Baquedano dan berbaris di sepanjang Avenida Alameda. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Wajah seorang demonstran berdarah saat ia ditahan oleh polisi anti huru hara selama protes menentang kebijakan pemerintah Presiden Chili Jose Antonio Kast, di Santiago, Chili, 3 Juni 2026.

Dalam kericuhan tersebut, sejumlah demonstran dilaporkan ditangkap. Rekaman di lokasi menunjukkan seorang pengunjuk rasa dalam kondisi berdarah saat diseret oleh petugas keamanan. Aksi tersebut memicu ketegangan di pusat ibu kota dan mengganggu aktivitas transportasi umum. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Para pengunjuk rasa bereaksi di tengah gas air mata dan semprotan air selama protes terhadap kebijakan pemerintah Presiden Chili Jose Antonio Kast, di Santiago, Chili, 3 Juni 2026.

Mogok nasional diserukan oleh federasi mahasiswa Confech. Kelompok tersebut menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintahan Kast yang dinilai telah melemahkan layanan kesehatan publik, sistem pendidikan, serta berbagai hak sosial. Ketegangan meningkat setelah mahasiswa tetap memulai aksi dari titik yang tidak sesuai dengan rute yang telah disetujui otoritas. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Petugas polisi anti huru hara berlari melewati kobaran api dari bom molotov selama protes terhadap kebijakan pemerintah Presiden Chili Jose Antonio Kast, di Santiago, Chili, 3 Juni 2026.

Menurut media lokal, dua stasiun metro utama, Universidad Catolica dan Santa Lucia, sempat ditutup sementara akibat kerusuhan sebelum kembali beroperasi normal. Kehadiran aparat dalam jumlah besar membuat situasi di sejumlah ruas jalan utama Santiago sempat lumpuh. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Polisi anti huru hara maju sementara seorang demonstran memberi isyarat dan meneriakkan slogan-slogan selama protes terhadap kebijakan pemerintah Presiden Chili Jose Antonio Kast, di Santiago, Chili, 3 Juni 2026.

Salah satu mahasiswa, Yael Fuenzalida, mengatakan para demonstran berjuang mempertahankan hak-hak masyarakat, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga kelompok lanjut usia. Sementara itu, warga setempat bernama Edison menilai tindakan aparat mengingatkannya pada masa kediktatoran di Chili.  (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Seorang demonstran bersiap melempar batu ke arah kendaraan polisi anti huru hara selama protes terhadap kebijakan pemerintah Presiden Chili Jose Antonio Kast, di Santiago, Chili, 3 Juni 2026.

Aksi protes ini terjadi hanya beberapa hari setelah Kast menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya pada Senin (1/6/2026), dengan fokus pada pemberantasan kejahatan, penghematan anggaran, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Popularitas Kast sendiri dilaporkan turun dari 57% menjadi 38% sejak mulai menjabat pada Maret lalu. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Read Entire Article
Photo View |