Perang Arab Makin Ngeri, Kapal Tanker Minyak Kena Hantam Rudal Iran

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah pelabuhan Oman dan sebuah kapal tanker minyak di lepas pantainya diserang, Minggu. Ini menandai serangan pertama ke negeri yang menjadi mediator pembicaraan Amerika Serikat (AS)-Iran itu, sejak Iran melancarkan kampanye pembalasan.

Iran membalas dendam ke AS dan Israel atas serangannya yang berlangsung sejak Sabtu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebelum Oman, ledakan sudah terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), lalu Doha di Qatar, Manama di Bahrain serta Riyadh di Arab Saudi.

"Sebuah sumber keamanan melaporkan bahwa pelabuhan komersial Duqm menjadi sasaran dua drone," kata Kantor Berita Oman dalam sebuah unggahan di media sosial, dikutip Senin (2/3/2026).

"Satu drone menghantam akomodasi pekerja bergerak, melukai seorang pekerja asing, sementara puing-puing dari drone lainnya mendarat di dekat tangki bahan bakar, tanpa menyebabkan korban jiwa atau kerusakan material," tambahnya.

Tak lama kemudian, Oman mengatakan sebuah kapal tanker minyak menjadi sasaran di lepas pantai. Awak kapal dievakuasi dan empat di antaranya terluka.

Serangan di Seluruh Negara Teluk

Serangan Minggu terjadi setelah serangan mematikan yang menyebabkan dua warga sipil tewas di ibu kota UEA, Abu Dhabi. Iran tak hanya menargetkan pangkalan militer AS di sana tetapi juga infrastruktur sipil di seluruh Teluk.

Penasihat presiden UEA, Anwar Gargash, mengecam Teheran, menyebut serangan terhadap negara-negara Teluk sebagai kesalahan perhitungan. Hal itu, katanya, mengisolasi Iran pada saat kritis.

"Perang Anda bukan dengan tetangga Anda," kata Gargash.

"Kembalilah ke akal sehat, ke lingkungan sekitar Anda, dan hadapi tetangga Anda secara rasional dan bertanggung jawab sebelum lingkaran isolasi dan eskalasi meluas," ujarnya.

Merujuk Kementerian Pertahanan, Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone ke target di seluruh UEA. Kebakaran dan asap terlihat di landmark seperti pengembangan tepi laut The Palm dan hotel Burj Al Arab.

Sementara itu di Qatar, tempat pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu berada, para pejabat mengatakan Iran telah meluncurkan 65 rudal dan 12 drone ke arah negara Teluk tersebut. Sebagian besar dicegat tetapi delapan orang terluka, dengan satu orang dalam kondisi kritis.

Komitmen yang Diuji

Sementara itu para analis menilai negara Teluk kini menjadi sasaran terdepan perang. Meski mendukung dieskalasi dan diplomasi, komitmennya sedang diuji.

"Negara-negara Teluk saat ini benar-benar berada di garis depan perang brutal ini," kata seorang analis keamanan Teluk, Anna Jacobs.

"Negara-negara Teluk, seperti biasa, ingin mendukung de-eskalasi dan diplomasi... Tetapi komitmen dan prinsip-prinsip ini sedang diuji saat ini," tambahnya.

"Jika Iran terus menyerang negara-negara ini dan semakin meningkatkan eskalasi, akan sangat sulit bagi mereka untuk hanya duduk dan tidak melakukan apa pun."

Perlu diketahui, kerajaan-kerajaan Arab yang kaya minyak dan gas, yang terletak tepat di seberang Teluk dari Iran, adalah sekutu lama Amerika. Mereka menjadi tuan rumah sejumlah pangkalan militer AS.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |