Pasokan Timur Tengah Mengkhawatirkan, Harga Minyak Terus Naik

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak naik tipis pada perdagangan Kamis pagi (26/2/2026), ketika pelaku pasar menimbang lonjakan persediaan minyak mentah Amerika Serikat di tengah kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah.

Refinitiv menunjukkan harga Brent berada di US$71,1 per barel pada pukul 09.20 WIB, sementara West Texas Intermediate (WTI) di US$65,63 per barel.

Pergerakan harga menunjukkan kecenderungan stabil dalam beberapa hari terakhir. Brent naik tipis dari US$70,85 pada 25 Februari menjadi US$71,1 per barel, sedangkan WTI bergerak relatif datar di kisaran US$65-66 per barel. Dalam dua pekan terakhir, Brent sempat menyentuh US$67,42 per barel pada 17 Februari sebelum kembali naik mendekati US$71 per barel.

Kenaikan harga tertahan oleh lonjakan stok minyak mentah Amerika Serikat. Persediaan dilaporkan meningkat jauh di atas perkiraan pasar pada pekan terakhir, dipicu oleh kenaikan impor dan turunnya tingkat operasi kilang. Data ini biasanya memberi tekanan ke harga karena menunjukkan pasokan yang longgar di pasar domestik AS.

Namun dampak kenaikan stok tersebut terbatas karena pelaku pasar masih fokus pada risiko pasokan global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian utama karena potensi konflik dapat mengganggu aliran minyak dari kawasan Timur Tengah.

Iran merupakan salah satu produsen penting dalam kelompok negara pengekspor minyak. Gangguan produksi dari negara tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan pasar global, terutama jika konflik meluas ke jalur distribusi energi di kawasan Teluk.

Di sisi lain, produsen besar disebut menyiapkan langkah antisipasi. Arab Saudi dilaporkan bersiap meningkatkan produksi dan ekspor minyak jika terjadi gangguan pasokan dari Iran. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas pasokan global apabila terjadi eskalasi konflik.

Kelompok produsen juga diperkirakan masih mempertimbangkan kenaikan produksi secara bertahap pada April mendatang. Penambahan produksi menjadi salah satu opsi untuk mengantisipasi peningkatan permintaan energi menjelang musim panas di belahan bumi utara.

Pergerakan harga yang relatif sempit menunjukkan pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan dan perkembangan geopolitik. Selama risiko pasokan belum mereda, harga minyak cenderung bertahan di kisaran saat ini dengan volatilitas yang tetap tinggi.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |