Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
25 March 2026 10:37
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan pasar aset kripto mulai memasuki fase konsolidasi pada pekan ini. Sinyal deeskalasi atau meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu penyesuaian arus modal di pasar finansial global.
Seiring dengan meredanya kepanikan regional, narasi Bitcoin sebagai aset safe haven darurat mulai mereda. Di sisi lain, aset pelindung nilai tradisional seperti emas kembali menunjukkan dominasinya. Transisi sentimen ini menahan laju kenaikan Bitcoin dan membawanya kembali bergerak mendatar di kisaran level $70.000.
Kinerja Pasar: Bitcoin dan Ethereum Bergerak Terbatas
Berdasarkan data perdagangan terkini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada level $70.708,72. Meskipun mencatatkan penguatan harian tipis sebesar +0,40%, aset kripto utama ini membukukan koreksi mingguan sebesar -4,87%.
Penurunan dalam basis mingguan ini merupakan indikasi wajar dari berkurangnya premi risiko geopolitik yang sebelumnya sempat mendorong harga ke atas level $72.000.
Kondisi yang serupa juga terlihat pada pergerakan Ethereum (ETH). Aset berkapitalisasi pasar terbesar kedua ini berada di level $2.159,07, dengan penguatan harian sebesar +1,15% namun masih mencatatkan pelemahan mingguan sebesar -7,59%.
Bertahannya BTC dan ETH di level psikologis masing-masing menunjukkan bahwa aksi profit taking berlangsung secara terukur tanpa memicu aksi panic selling.
Dinamika Altcoin: HYPE Mencatatkan Penguatan Signifikan
Pada sektor altcoin, pergerakan harga mayoritas aset berkapitalisasi besar cenderung stagnan hingga melemah dalam basis mingguan. Binance Coin (BNB) dan Solana (SOL) mencatatkan kenaikan harian minor masing-masing sebesar +1,00% dan +0,92%, namun secara mingguan masih terkoreksi di kisaran 4%.
Anomali positif terlihat pada pergerakan Hyperliquid (HYPE) yang mencatatkan penguatan harian tertinggi di jajaran aset utama, yakni sebesar +7,56% ke level $40,39.
Sementara itu, aset lain seperti Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) turut membukukan kenaikan harian di kisaran 1% hingga 2%, meskipun tren mingguannya masih tertekan oleh dinamika makroekonomi yang lebih luas.
Deeskalasi Geopolitik dan Pemulihan Emas
Faktor fundamental utama yang memengaruhi pergerakan pasar saat ini adalah meredanya tensi geopolitik. Ketika risiko konflik terbuka menurun, urgensi pelaku pasar di kawasan regional untuk memindahkan likuiditasnya secara instan ke instrumen digital seperti Bitcoin turut berkurang.
Hal ini bertepatan dengan pergerakan harga emas global. Setelah sebelumnya sempat mengalami koreksi hingga menyentuh level 4.098 akibat aksi sell on news di tengah puncak ketegangan, harga emas kini telah rebound ke kisaran level 4.600.
Kembalinya aliran dana ke emas mengkonfirmasi bahwa investor institusional mulai merotasi kembali portofolio mereka ke instrumen safe haven konvensional seiring dengan meredanya situasi krisis dan harga minyak yang mulai melonjak cukup tinggi.
Outlook Pasar
Dengan meredanya sentimen geopolitik, fokus pasar kini kembali pada indikator fundamental dan likuiditas makroekonomi global. Posisi Bitcoin di level $70.000 saat ini masih dipandang sebagai bagian dari rentang konsolidasi setelah rebound short term.
Proyeksi jangka panjang tidak mengalami perubahan. Kenaikan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir belum mengindikasikan adanya pembalikan tren makro yang solid.
Berdasarkan historis siklus empat tahunan, pasar masih berada dalam jalur penyesuaian harga. Target utama untuk akumulasi jangka panjang tetap berada secara konservatif di rentang harga $40.000 hingga $45.000.
Level tersebut diproyeksikan akan menjadi cycle bottom yang diperkirakan terbentuk pada Kuartal III atau Kuartal IV tahun 2026. Oleh karena itu, pendekatan kehati-hatian atau wait and see dalam manajemen portofolio tetap menjadi strategi yang paling direkomendasikan saat ini karena dinamika global saat ini yang tidak menentu berpotensi merubah arah pasar kapanpun.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google

















































