Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 membukukan surplus sebesar US$ 960 juta. Ini adalah surplus 69 bulan beruntun sejak Mei 2021.
Surplus ini disumbang kinerja ekspor yang mencapai US$ 22,16 miliar, sementara impor hanya US$ 21,20 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan surplus bulan Januari 2026 ditopang surplus komoditas nonmigas US$ 3,22 miliar. Penyumbangnya surplus nonmigas, yakni lemak dan minyak hewan nabati kemudian BBM serta besi dan baja.
Namun, di sisi lain, neraca migas RI tetap mengalami defisit US$ 2,27 miliar dengan komoditas penyumbang minyak mentah hasil minyak dan gas.
"Untuk neraca perdagangan total migas dan nonmigas, 3 negara penyumbang surplus total Amerika Serikat US$ 1,55 miliar, penyumbang surplus kedua India US$ 1,07 miliar, ketiga Filipina menyumbang US$ 0,69 miliar," ujar Ateng, dalam konferensi pers BPS, Senin (2/3/2026).
(haa/haa)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470425/original/077219800_1768205094-IMG_3373_1_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466588/original/088902800_1767849017-downloadgram.org_332402203_1591030664710492_5944447955525017518_n.jpg)
