Menlu Malaysia Menghadap Sugiono, Ada Apa?

11 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Mohamad Hasan atau yang akrab disapa Tok Mat melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Sugiono di Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 yang kembali digelar setelah terakhir kali diselenggarakan pada 2008.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi, penyelesaian persoalan perbatasan, hingga perlindungan warga negara. Sugiono menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan yang jauh melampaui hubungan diplomatik biasa.

"Hubungan antara Indonesia dan Malaysia merupakan sebuah hubungan yang lebih dalam daripada sekadar hubungan bilateral dua negara. Lebih dari itu Indonesia dan Malaysia berbagi DNA, berbagi budaya, berbagi bahasa, perbatasan dan banyak hal yang sama," kata Sugiono usai pertemuan, Kamis (4/6/2026).

Menurut Sugiono, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki kedua negara demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan pembahasan mencakup peningkatan kerja sama ekonomi, stabilitas kawasan, perlindungan warga negara, serta penguatan posisi strategis Indonesia dan Malaysia dalam dinamika hubungan internasional yang lebih luas.

Kedua negara juga sepakat memperkuat koordinasi dan memperluas kerja sama di berbagai sektor. Selain itu, Indonesia dan Malaysia mengapresiasi upaya tim teknis kedua negara yang terus bekerja menyelesaikan sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Mohamad Hasan menyebut JCBC ke-17 berlangsung dalam suasana persahabatan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang masih tersisa di antara kedua negara.

Ia bahkan menilai hubungan Malaysia dan Indonesia saat ini sudah sangat erat. "Hubungan akrab dan baik antara Malaysia dan Republik Indonesia saya nilai sudah mencapai 98%. Sisanya, sekitar 2%, merupakan isu-isu yang masih perlu kita selesaikan dengan cara terbaik," ujarnya.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah peningkatan perdagangan dan investasi, baik antara Indonesia dan Malaysia maupun di tingkat ASEAN. Menurut Hasan, perdagangan intra-ASEAN saat ini baru mencapai sekitar 25% dari total perdagangan kawasan sehingga masih terdapat ruang besar untuk ditingkatkan.

Ia mengatakan pengalaman menghadapi berbagai gejolak global, termasuk konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina, menjadi pelajaran penting bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama ekonomi regional.

Selain perdagangan, isu konektivitas antarnegara juga menjadi perhatian. Kedua pihak membahas berbagai upaya untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan mempererat hubungan antarmasyarakat di kawasan.

Hasan juga mengungkapkan bahwa sejumlah pembahasan terkait batas darat dan maritim antara Indonesia dan Malaysia telah memasuki tahap akhir menuju kesepakatan. Hasil perundingan tersebut nantinya akan dibawa kepada para pemimpin kedua negara dalam agenda annual consultation yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun saat Malaysia menjadi tuan rumah.

Di bidang ketenagakerjaan, Indonesia mengusulkan perluasan kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia ke sektor-sektor baru di Malaysia, termasuk sektor perawatan atau caregiving. Menurut Hasan, usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh kementerian terkait karena berada di luar kewenangan langsung Kementerian Luar Negeri.

Selain itu, kedua negara turut membahas akses pendidikan bagi anak-anak warga negara Indonesia yang bekerja dan berkontribusi terhadap perekonomian Malaysia. Hasan menegaskan bahwa hak atas pendidikan merupakan hak asasi manusia yang harus dijamin sesuai berbagai konvensi internasional.

Secara keseluruhan, JCBC ke-17 menghasilkan sejumlah kesepahaman yang diharapkan mampu membawa hubungan Indonesia-Malaysia ke level yang lebih tinggi. Kedua negara tetangga ini juga menantikan pertemuan tahunan antara Presiden RI dan Perdana Menteri Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua tahun ini.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |