Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifili Hasan (Zulhas) mengungkapkan minat pendaftaran manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) cukup tinggi, bahkan jumlahnya sudah melebihi target yang telah ditetapkan.
Zulhas mengatakan per Minggu (19/4/2026), pendaftar manajer KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih telah mencapai 284.393 pendaftar, dengan rincian 220.364 pendaftar manajer KDMP dan 64.029 manajer Kampung Nelayan Merah Putih.
"Jumlah pendaftar manajer di KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih per kemarin mencapai 284.393 pendaftar," kata Zulhas dalam konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Senin (20/4/2026).
Bahkan, menurutnya, per hari ini pukul 10:30 WIB, jumlah pendaftar manajer KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih makin bertambah yakni mencapai 383.830 pendaftar. Namun, Zulhas tidak merinci data terbaru tersebut.
"Jadi yang sudah daftar, per hari ini pukul 10:30 WIB, totalnya 383.830 orang," lanjutnya.
Padahal, target rekrutmen manajer KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih ini mencapai 35.476 tenaga kerja, dengan rincian 30.000 di KDMP dan 5.476 di Kampung Nelayan Merah Putih.
Zulhas melanjutkan, proses rekrutmen ini bersifat transparan, jujur, dan tidak dapat menjamin pendaftar langsung diterima, karena ada proses seleksi.
Foto: Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan konferensi pers terkait perkembangan terbaru rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan konferensi pers terkait perkembangan terbaru rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
"Kita nyatakan memang pendaftarannya terbuka, transparan, jujur, dan tidak ada yang menjamin-jamin bisa langsung diterima. Ya terbuka, apa adanya saja," terangnya.
Sebagai informasi, pendaftar manajer KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih akan diseleksi secara ketat oleh pemerintah, di mana pelamar merupakan lulusan D3 hingga S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75. Seleksi dilakukan secara daring melalui kanal resmi pemerintah.
Pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui situs resmi dan memastikan proses seleksi akan berlangsung secara adil.
Zulkifli juga mengimbau calon pelamar untuk mewaspadai berbagai bentuk penipuan yang menjanjikan kelulusan tanpa melalui proses seleksi resmi.
"Tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan. Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, nah itu berarti menipu, berbohong," tegas Zulhas.
(chd/wur)
Addsource on Google

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455267/original/021553200_1766643113-IMG_2828_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453286/original/078229000_1766473900-SnapInsta.to_599701766_18550840858037738_1350486577532420596_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452691/original/069041600_1766425778-photo-grid_-_2025-12-22T223121.275.jpg)





