Harga Solar Non Subsidi Naik Tinggi, Begini Efek Dominonya

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG non subsidi akan memicu efek domino. Mulai dari tekanan inflasi hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Bhima lonjakan harga energi non subsidi akan ditransmisikan langsung ke inflasi, baik dari sisi energi maupun pangan. Sebagai contoh, kenaikan harga BBM seperti Pertamax Turbo berpotensi menggeser konsumsi masyarakat ke jenis BBM yang lebih murah seperti Pertamax.

"Tapi di sisi yang lain yang agak mengkhawatirkan itu Pertamina Dex naiknya 60% itu padahal Pertamina Dex itu digunakan juga untuk mesin industri alat alat berat bahkan truk logistik banyak menggunakan Pertamina Dex," ujar Bhima kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).

Bhima menilai kenaikan BBM jenis Pertamina Dex akan mendorong kenaikan biaya logistik yang pada akhirnya diteruskan ke harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Dampaknya, tekanan inflasi tidak hanya datang dari energi tetapi juga merambat ke sektor pangan dan konsumsi sehari-hari.

"Nah satu yang harus diperhatikan pemerintah harus kasih kompensasi ke industri ke pelaku usaha logistik juga kalau gak nanti harganya lebih tinggi di level retail atau konsumen produk-produk barang maupun jasa juga," ujar Bhima.

Dari sisi konsumsi, kelompok menengah diperkirakan akan mulai menahan belanja dan lebih fokus pada kebutuhan pokok. Sektor pariwisata pun dinilai berpotensi terdampak akibat kenaikan biaya transportasi dan konsumsi seperti sewa kendaraan serta harga makanan dan minuman.

"Pariwisata juga akan terdampak sektor pariwisata nya juga akan lebih melambat karena biaya sewa mobil. Itu juga biaya makan minum akan naik dan pertumbuhan ekonominya bisa di bawah angka 5% ya proyeksinya 4,7% di 2026 ini," kata dia.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan penyesuaian harga BBM non subsidi dipengaruhi oleh dinamika harga pasar global serta kondisi geopolitik. Hal serupa juga berlaku pada kenaikan harga LPG non subsidi.

"Penyesuaian harga LPG NPSO (Non Subsidi) ini kurang lebih sama dengan BBM NPSO dipengaruhi harga pasar dan kondisi geopolitik saat ini ya," kata Roberth kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |