IQ Warga Iran Salah Satu Tertinggi di Dunia, Posisi RI Bikin Nangis

4 hours ago 3

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

02 March 2026 13:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Data Intelligence Quotient (IQ) rata-rata terbaru tahun 2026 menunjukkan pola yang menarik di panggung global. Berdasarkan data international iq test 2026, Iran menempati peringkat empat dunia dengan IQ rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan Israel.

Data ini terakhir diperbarui pada 1 Januari 2026 dan berasal dari 1.212.714 peserta yang mengikuti tes IQ yang sama di platform tersebut selama 2025. Tes tersebut distandarisasi dengan rata-rata (mean) 100 dan deviasi standar 15.

Dalam daftar terbaru, negara-negara Asia Timur kembali mendominasi peringkat tertinggi, dengan Korea Selatan, China, dan Jepang berada di posisi puncak.

Rata-rata IQ Iran pada 2026 tercatat 104,8, turun dibanding skor sebelumnya 106,3 pada 2025, namun peringkatnya melonjak cukup tajam dari posisi 7 pada 2025 ke 4 dunia pada 2026.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan nilai rata-rata IQ secara absolut, peningkatan relatif Iran di peringkat global terjadi karena skor negara-negara lain di atasnya mengalami penurunan yang lebih besar atau perubahan sampel tes yang berbeda.

Sementara untuk Indonesia, berdasarkan data international iq test 2026, rata-rata IQ masyarakat Indonesia berada di angka 89,96. Skor ini menempatkan Indonesia di posisi ke-126 secara global dari sekitar 137 negara yang tercatat dalam pemeringkatan tersebut.

Meski masih berada di bawah rata-rata global yang umumnya dipatok pada angka 100, angka terbaru ini juga menunjukkan adanya penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar -3.22 atau ketika rata-rata IQ Indonesia berada di kisaran 93-an.

Namun demikian, penting dicatat bahwa perbandingan IQ antarnegara tetap harus disikapi hati-hati. Faktor pendidikan, nutrisi, lingkungan, hingga budaya sangat berpengaruh terhadap hasil tes tersebut.

Meskipun menarik, hasil ini bukan satu-satunya ukuran kecerdasan atau kualitas pendidikan suatu negara. Organisasi OECD, misalnya, menggunakan PISA (Programme for International Student Assessment) untuk menilai kemampuan siswa usia 15 tahun dalam memahami dan menerapkan pengetahuan di dunia nyata.

Selain itu, indikator seperti Intelligence Capital Index (ICI) juga mempertimbangkan inovasi, pengembangan teknologi, dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dalam menilai kecerdasan kolektif suatu negara.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |