Investasi Saham Bukan Judi, Michael Yeoh Beberkan Fakta Ini

7 hours ago 8

Yogyakarta, CNBC Indonesia - Investor sekaligus Trader Saham, Michael Yeoh mengaku pada masa lalu dirinya sempat menganggap bahwa saham adalah permainan judi. Namun, anggapan ini telah gugur setelah ia mempelajari seluk-beluk investasi pada instrumen tersebut.

Michael bilang, dahulu dari 7--8 orang temannya yang biasa suka bareng-bareng main game, ada satu orang teman yang turut berinvestasi di pasar modal. Dia pun menjadi orang yang paling tajir di antara seluruh teman di sirkel tersebut.

Pantas saja, Michael menyebut bahwa 14 tahun lalu temannya sudah memiliki portofolio saham mencapai Rp 1 miliar. Michael sempat menduga, temannya bermain judi lantaran ia membeli sesuatu yang belum diketahui seperti apa wujudnya.

"Karena tiap hari ngeliat grafik, tiap hari ngeliat harga, jual dan beli. Saya tegur. Habis itu dia kasih lihat. Dari Rp 1 miliar itu jadi Rp 1,5 miliar. Akhirnya, oh saya ngerti nih. Akhirnya saya mulai ketampar nih. Ternyata bukan dia, bukan judi. Saya aja yang gak ngerti dunia itu," ungkap dalam Edu Class bertema Kalau Punya Rp10-100 Juta Hari Ini, Akan Ditaruh di Mana, ditulis Minggu (24/5/2026).

Dari situ, Michael mencoba belajar mendalami seluk-beluk pasar saham secara otodidak, sebelum akhirnya bergabung dengan forum-forum yang membahas soal investasi saham.

Menariknya, seluruh aktivitas itu dilakukan Michael secara diam-diam. Bahkan, bertahun-tahun ia ikut forum atau komunitas saham tanpa menggunakan identitas asli dan sempat tidak disadari oleh teman-temannya.

Kini, Michael memandang aktivitas seperti belajar literasi keuangan dan investasi sudah sangat mudah dilakukan, mengingat aksesnya semakin terjangkau oleh banyak kalangan masyarakat. Kemudahan akses ini pula yang membuat banyak orang kemudian mampu menjadi investor sekaligus influencer saham yang sukses.

Berdasarkan pengakuan Michael, beberapa temannya yang menjadi influencer ternyata kebanyakan hanya menghabiskan waktu untuk belajar saham selama 5 tahun, bahkan ada yang hanya 2 tahun. Namun, mereka bisa meraih keuntungan besar dari investasi saham dan menjadi praktisi atau influencer di sektor tersebut.

"Saya iri enggak? Enggak. Awalnya sempat ngerasa, wow kok bisa? Ya ternyata saya melihat memang karena literasi finansial yang didukung oleh media-media dan institusi-institusi seperti ini," pungkas dia.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |