Ilmuwan Sepakat, Ini Gurita Paling Imut di Dunia

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia bawah laut kembali menyuguhkan kejutan menakjubkan bagi para ilmuwan. Di kedalaman hampir 1.800 meter di sekitar Kepulauan Galapagos, tim peneliti dari Yayasan Charles Darwin berhasil menemukan spesies gurita baru yang sangat unik karena berukuran sekecil bola golf, berwarna biru cerah, dan memiliki ciri fisik yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa.

Saat pertama kali tertangkap kamera kendaraan selam kendali jarak jauh (ROV), keberadaan hewan kecil ini langsung menarik perhatian. "Dia sangat mungil! Warnanya biru!" ujar salah satu peneliti dengan nada antusias saat melihat rekaman yang dikirimkan langsung dari dasar laut.

Janet Voight, pakar gurita sekaligus kurator di Museum Sejarah Alam Field, Amerika Serikat, yang ditugaskan untuk mengidentifikasi makhluk tersebut, langsung menyadari bahwa ini adalah penemuan istimewa.

"Begitu melihatnya, saya tahu ini sesuatu yang sangat luar biasa," ungkap Voight. Awalnya ia hanya mengidentifikasi spesies baru melalui foto. Setelah menerima spesimen yang telah diawetkan, keyakinannya makin kuat.

"Saat paketnya tiba, saya terkesima. Hewan ini sangat indah," tambahnya.

Warna Biru Langka di Alam

Spesies baru ini kemudian diberi nama ilmiah Microeledone galapagensis. Keistimewaannya bukan terletak pada ukurannya yang mungil, melainkan juga pada warna biru cerah di bagian punggungnya yaitu warna yang dinilai sebagai salah satu yang paling jarang ditemukan di alam. Menariknya, bagian bawah tubuhnya memiliki warna ungu tua pekat, menciptakan kombinasi corak yang sangat khas.

Menurut Voight, corak warna ini bukan sekadar keindahan semata, melainkan memiliki fungsi bertahan hidup.

"Kami menduga pola warna ini membantu keamanannya. Jika gurita ini menangkap mangsa yang memancarkan cahaya, cahaya tersebut bisa memancing pemangsa lain untuk memakannya. Maka, gurita ini akan menutupi mangsanya dengan selaput tubuh bagian bawah yang berwarna gelap, sehingga ia tetap aman," jelasnya.

Selain warna, ciri fisik lain yang membedakannya adalah lengan-lengannya yang pendek dan gemuk, dengan hanya satu baris "penyedot." Morfologi ini berbeda dengan sebagian besar jenis gurita yang dikenal manusia.

[Gambas:Youtube]

Kulit di bagian punggungnya juga sangat halus, yang menjadi pembeda utama dibandingkan dengan spesies sejenis lainnya.

Hal yang paling mengejutkan bagi para ilmuwan adalah posisi taksonomi makhluk ini. Secara genetik dan bentuk tubuh, ia masuk ke dalam keluarga Megaleledonidae yaitu kelompok gurita yang umumnya berukuran jauh lebih besar dan hidup di samudra yang mengelilingi Antartika. 

Fakta lain yang mengundang rasa ingin tahu adalah kerabat terdekat yang memiliki bentuk serupa justru hidup di lepas pantai Uruguay, yaitu di samudra yang berbeda dan berada di sisi lain benua Amerika Selatan. Hal ini membuka wawasan baru mengenai sejarah penyebaran dan evolusi gurita di samudra dalam.

Karena hanya ada satu spesimen yang ditemukan, tim peneliti enggan membedah tubuhnya untuk mempelajari bagian dalamnya. Sebagai gantinya, mereka menggunakan teknologi pemindaian CT untuk mengambil ribuan gambar sinar-X, lalu menyusunnya menjadi model 3D yang lengkap. Cara ini memungkinkan mereka memeriksa struktur organ dalam tanpa merusak spesimen berharga tersebut.

"Tak ada hal yang lebih istimewa selain mempelajari sesuatu yang belum pernah dilihat manusia lain sebelumnya," ujar Stephanie Smith, kepala laboratorium sinar-X di museum tersebut.

Penemuan pertama hewan ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2015 di sekitar Pulau Darwin. Namun, proses penelitian dan verifikasi ilmiah memakan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya diumumkan secara resmi pada Mei 2026 ini.

Penemuan ini juga menegaskan bahwa wilayah laut dalam, yang luasnya luar biasa besar, masih sangat jarang dieksplorasi.

"Jika Anda menyatukan seluruh daratan di Bumi, luasnya pun tidak akan bisa menutupi luas Samudra Pasifik," kata Voight.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |