IHSG Ambruk: Saham Konglo Bertumbangan, Siapa Paling Sengsara?

11 hours ago 4

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

03 June 2026 15:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan pasar modal domestik pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026) diwarnai oleh tekanan jual yang signifikan, khususnya pada jajaran saham dengan market cap besar.

Pada Rabu pukul 15.36 WIB, IHSg ambruk 4,2% ke 5934,56.

Sejumlah emiten mencatatkan penurunan harga yang tajam hanya dalam kurun waktu satu hari perdagangan. Pelemahan massal pada saham-saham grup konglomerasi ini sejalan dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan yang sedang mengalami koreksi akibat penyesuaian portofolio oleh para pelaku pasar.

Tiga Sentimen Utama Penekan Pasar

Koreksi tajam pada saham-saham ini dipicu oleh tiga sentimen negatif makroekonomi dan institusional. Sentimen pertama berasal dari beredarnya rumor terkait laporan pemeringkatan S&P Global Ratings yang diproyeksikan kurang baik untuk stabilitas ekonomi Indonesia pada bulan Juni ini.

Isu tersebut memicu kehati-hatian investor dalam mempertahankan aset berisiko tinggi di dalam negeri. Sentimen kedua merupakan dampak dari rilis lembaga pemeringkat Moody's yang memangkas peringkat Danantara Investment Management menjadi Baa2 dengan prospek negatif, sehingga menambah level ketidakpastian arus investasi jangka panjang.

Selain kedua faktor tersebut, pergerakan nilai tukar Rupiah yang terus mengalami depresiasi menjadi beban berat bagi operasional emiten. Pada perdagangan hari ini, Rupiah terpantau semakin melemah hingga menyentuh level Rp17.945/US$.

Pelemahan ini berisiko meningkatkan beban kewajiban valuta asing perusahaan, yang pada akhirnya memicu aksi pelepasan saham oleh para investor institusional maupun ritel.

Rincian Kinerja Saham Konglomerasi

Dampak dari sentimen negatif tersebut sangat terlihat pada kinerja harian saham-saham grup konglomerasi. Berdasarkan data pergerakan harga hari ini, pelemahan terdalam dialami oleh TPIA yang terkoreksi hingga -15%.

Penurunan signifikan juga dicatatkan oleh PTRO sebesar -14,38%, disusul oleh CDIA dengan -13,79%, dan BUVA yang melemah -13,77%. Saham-saham di sektor energi dan infrastruktur lainnya seperti CUAN, DEWA, PGUN, dan JARR turut mencatatkan koreksi lebih dari -11%.

Berikut adalah rincian data kinerja harian dari emiten konglomerasi yang terimbas tekanan jual massal pada perdagangan hari ini:

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |