Harga Minyak Membara Imbas Perang Israel-Iran, Pasokan Terganggu

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia melonjak tajam pada awal pekan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Berdasarkan data Refinitiv pada Senin (2/3/2026) pukul 10.00 WIB, harga minyak Brent tercatat US$76,43 per barel, sedangkan WTI berada di level US$70,05 per barel. Posisi ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan penutupan Jumat (27/2/2026) ketika Brent masih berada di US$72,48 per barel dan WTI di US$67,02 per barel.

Pergerakan tajam tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah. Pelaku pasar mencermati perkembangan situasi keamanan yang dinilai berisiko menghambat distribusi energi dari kawasan produsen utama dunia.

Fokus perhatian tertuju pada jalur pelayaran minyak strategis di kawasan Teluk, terutama di sekitar Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik paling penting dalam perdagangan minyak global. Jalur ini dilalui sebagian besar pengiriman minyak dari negara-negara produsen utama ke pasar Asia. Setiap gangguan di kawasan tersebut langsung memicu kekhawatiran kekurangan pasokan di pasar internasional.

Ketidakpastian membuat pelaku pasar memasukkan premi risiko yang lebih tinggi ke dalam harga minyak. Hal ini menjelaskan mengapa kenaikan terjadi sangat cepat dalam waktu singkat, bahkan ketika fundamental permintaan belum berubah signifikan.

Pasar juga memperkirakan harga minyak masih berpotensi bertahan di level tinggi dalam beberapa hari ke depan selama situasi geopolitik belum menunjukkan tanda mereda. Jika distribusi minyak tetap terganggu, harga bisa bergerak lebih tinggi. Sebaliknya, apabila ketegangan menurun, harga berpeluang kembali turun menuju kisaran US$70 per barel.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |