Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak bergerak sangat volatile di tengah ketidakpastian kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Merujuk Refinitiv, harga minyak pada perdagangan hari ini, Rabu (27/5/206) pukul 08.19 WIB, harga minyak brent dibanderol US$ 98,63 per barel atau anjlok 0,95% sementara WTI jatuh 1,22%.
Kondisi ini menunjukkan volatilias tinggi mengingat pada perdagangan Selasa (26/5/2026), harga brent masih terbang 3,6% ke US$ 99,58 per barel sementara WTI justru ambruk 1,22% ke US$ 92,74 per barel
Harga minyak melemah pada perdagangan awal Asia setelah pasar mempertimbangkan peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Teheran memberi sinyal bahwa serangan terbaru tidak akan menggagalkan negosiasi yang sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyebut hambatan menuju kesepakatan potensial bisa diselesaikan hanya dalam beberapa hari.
Kombinasi antara ketegangan militer yang masih berlangsung dan jalur diplomasi yang tetap terbuka membuat pasar bergerak sangat sensitif terhadap setiap perkembangan baru.
Data pasar opsi minyak yang dianalisis Capital Economics menunjukkan investor memperkirakan harga minyak akan melandai dalam tiga bulan ke depan seiring kemungkinan kembali normalnya arus pelayaran melalui Selat Hormuz.
Namun keyakinan pasar terhadap skenario tersebut dinilai sangat rendah dibanding pola historis.
Analis Capital Economics Kieran Tompkins menyebut pasar masih melakukan lindung nilai besar-besaran terhadap risiko alternatif, termasuk kemungkinan gagalnya kesepakatan atau proses pembukaan Hormuz yang berlangsung lama dan penuh gangguan.
Hal itu tercermin dari pasar opsi yang secara implisit masih menempatkan probabilitas 37% harga minyak kembali menembus US$100 per barel dalam tiga bulan ke depan.
Angka tersebut dianggap terlalu besar untuk diabaikan pelaku pasar energi, meski harga spot saat ini mulai melunak.
Ketidakpastian tetap menjadi faktor dominan di pasar. Pernyataan Rubio soal peluang kesepakatan dalam beberapa hari kini menjadi titik krusial bagi investor.
Jika tenggat waktu itu berlalu tanpa kesepakatan yang jelas, reli penurunan harga minyak saat ini berpotensi berbalik tajam.
Pasar menilai kombinasi kemajuan diplomatik dan serangan militer yang terjadi dalam waktu bersamaan sebagai kondisi yang menjaga volatilitas minyak tetap tinggi meski harga mulai turun.
Pejabat AS beberapa kali menyatakan bahwa mereka hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik, namun hingga kini belum ada perjanjian final selain gencatan senjata sementara yang membuat serangan menurun drastis.
Pada Selasa, Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata setelah melakukan serangan yang disebut sebagai aksi defensif di Iran selatan. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan negosiasi untuk menghentikan konflik kemungkinan masih memerlukan "beberapa hari lagi".
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan serangan AS di Provinsi Hormozgan, wilayah selatan Iran tempat media lokal melaporkan suara ledakan pada Selasa dini hari, merupakan "pelanggaran berat" terhadap gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung hampir tujuh minggu.
Sebelumnya kedua pihak disebut telah menyusun nota kesepahaman untuk menghentikan perang dan membuka kembali pelayaran melalui jalur yang diblokade, sambil memberikan waktu 60 hari bagi negosiasi isu yang lebih rumit termasuk program nuklir Iran.
Kapal Tanker Mulai Melintas Selat Hormuz
Iran secara efektif menghentikan hampir seluruh pelayaran non-Iran melalui Selat Hormuz sejak perang pecah pada akhir Februari. Gangguan ini memengaruhi sekitar seperlima arus minyak dan gas alam cair (LNG) global.
Namun data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker LNG telah melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir menuju Pakistan, China, dan India. Selain itu, sebuah supertanker yang membawa minyak mentah Irak ke China juga akhirnya berhasil melintas setelah tertahan hampir tiga bulan.
Meski demikian, United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal tanker mengalami ledakan eksternal di sisi kiri kapal dekat garis air, sekitar 60 mil laut dari Muscat, ibu kota Oman.
Pakistan juga berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan minyak mentah dan produk olahan demi memperkuat ketahanan energinya, menurut dokumen pemerintah yang dibagikan kepada produsen minyak dan sejumlah perusahaan perdagangan global.
Di sisi lain, kepercayaan konsumen AS turun pada Mei karena kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu konflik semakin meningkat dan pandangan rumah tangga terhadap pasar tenaga kerja tetap pesimistis.
Kenaikan inflasi meningkatkan harga barang bagi konsumen dan membuat bank sentral seperti Federal Reserve khawatir harus memperketat kebijakan moneter. Langkah itu berpotensi meningkatkan biaya pinjaman dan menekan pertumbuhan ekonomi
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(mae/mae)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501953/original/051963100_1770963638-collage-1770963016593.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487481/original/032833700_1769666688-Screenshot_2026-01-29_125613.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504391/original/040889300_1771234034-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_16.07.54__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494769/original/017852300_1770340983-IMG_4607_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489964/original/003837400_1769954351-Web_Photo_Editor__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503685/original/018522300_1771207869-IMG_5126_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495267/original/070964000_1770362176-collage-1770361735577.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496238/original/049857200_1770516142-SnapInsta.to_628251077_18560930053012162_3184567118963434244_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491721/original/088276300_1770104759-collage-1770104004606.png)