Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg dan 12 Kg Terbaru, Berlaku 2 Maret 2026

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia berencana meningkatkan porsi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS) meningkat jadi 70%. Hal itu sebagai tindak lanjut dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber energi untuk mengamankan pasokan sekaligus mendapatkan harga yang kompetitif. Sebelum kesepakatan baru terjalin, ketergantungan pasokan LPG dari AS sebenarnya sudah dominan.

"Dan kita mengetahui LPG Pertamina selama ini mengimpor porsi yang cukup besar dari Amerika Serikat kurang lebih sekitar 57%. Nah dengan adanya kesepakatan dagang ini tentunya kita akan bisa meningkatkan bisa sampai ke 70%," ujar Simon dalam konferensi pers daring dari Amerika Serikat, dikutip Senin (2/3/2026).

Simon menegaskan bahwa pelaksanaan impor energi senilai US$ 15 miliar ini akan tetap dijalankan dengan prinsip bisnis yang wajar (business as usual) dan transparan. Pihaknya menjamin tidak akan ada mekanisme penunjukan langsung, melainkan tetap melalui proses tender terbuka bagi mitra-mitra di AS yang memenuhi syarat.

"Rencana untuk impor energi dari Amerika Serikat antara lain yang pertama adalah teknis yang kami lakukan ini adalah business as usual. Jadi tidak ada penunjukan langsung tetapi seperti biasa mekanisme tender dan bidding yang tentunya terbuka," tegasnya.

Adapun, Simon mengakui bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan penurunan produksi alamiah (natural decline) di sektor hulu migas, sehingga impor diperlukan untuk menutup celah antara produksi dan konsumsi dalam negeri sembari menunggu upaya peningkatan lifting membuahkan hasil.

"Kami juga terus melakukan upaya-upaya agar supaya kita dapat meningkatkan produksi lifting kita yang kita ketahui bersama kita mengalami natural decline dan tentunya butuh terobosan-terobosan. Untuk memenuhi gap saat ini tentunya kita masih membutuhkan impor," tambahnya.

Lantas berapa harga LPG terkini di agen hingga pangkalan?

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, di wilayah Tangerang Selatan, per Maret 2026 ini masih diberlakukan harga jual LPG tertinggi 3 kg yakni Rp 19.000 per tabung. Hal itu seperti yang sudah ditetapkan HET (harga eceran tertinggi) di Tangerang Selatan.

Misalnya, pada salah satu pangkalan LPG di wilayah Tangerang Selatan yakni Pangkalan LPG Ayanih. Harga jual LPG 3 kg di pangkalan tersebut saat ini masih berlaku sebesar Rp 19.000 per tabung, sesuai dengan arahan pemerintah.

"(Harga LPG 3 kg) Rp 19.000," kata penjaga di pangkalan tersebut, Senin (2/3/2026).

Sedangkan, pada level pengecer atau sub pangkalan LPG, seperti di Toko Jejen, harga jual LPG 3 kg yang berlaku sebesar Rp 22.000 per tabung. Harga tersebut sudah terhitung termasuk biaya pengantaran ke alamat pelanggan. "Gas kecil Rp 22.000," kata penjaga toko pengecer LPG tersebut.

Harga LPG non subsidi 5,5 kg dan 12 kg

Harga jual LPG non subsidi di pasaran saat ini juga terpantau belum ada perubahan harga. Di level sub pangkalan/pengecer daerah Tangerang Selatan, Toko Jejen, harga LPG 5,5 kg dibanderol sebesar seharga Rp 110.000 per tabung, sedangkan LPG 12 kg seharga Rp 210.000 per tabung.

Tercatat, harga LPG non subsidi yang berlaku pada bulan Maret 2026 ini belum mengalami kenaikan dibandingkan pada bulan Februari 2026 lalu.

Namun, harga tersebut tentunya lebih tinggi dibandingkan harga resmi yang dirilis Pertamina, khususnya untuk level agen resmi LPG Pertamina.

Berikut daftar harga LPG non subsidi untuk tabung 5,5 kg dan 12 kg di tingkat agen resmi Pertamina, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), berlaku sejak 22 November 2023.

Harga jual LPG Non PSO Rumah Tangga di tingkat Agen di luar radius 60 km dari lokasi Filling Plant adalah harga jual di tingkat Agen di bawah ini ditambah dengan biaya angkutan/ongkos kirim.

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah:

LPG 5,5 kg: Rp 94.000

LPG 12 kg: Rp 194.000

Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara:

LPG 5,5 kg: Rp 97.000

LPG 12 kg: Rp 202.000

Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat:

LPG 5,5 kg: Rp 90.000

LPG 12 kg: Rp 192.000

Kalimantan Utara:

LPG 5,5 kg: Rp 107.000

LPG 12 kg: Rp 229.000

Maluku, Papua:

LPG 5,5 kg: Rp 117.000

LPG 12 kg: Rp 249.000.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |