Harga-Harga Pangan Mulai Naik Jelang Iduladha, Mendag Bilang Stabil

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan harga sejumlah bahan pangan pokok masih terkendali menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Pemerintah mencatat beberapa komoditas utama seperti Minyakita, telur ayam ras, hingga daging sapi masih diperdagangkan di bawah harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan penjualan (HAP).

Budi mengatakan, hasil pemantauan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan kondisi harga pangan nasional relatif stabil, meski ada kenaikan di beberapa komoditas dan wilayah tertentu.

"Di SP2KP tadi Minyakita harganya Rp15.854 (per liter). Kemudian telur harganya Rp27.000 (per kg). Berarti kan di bawah HET. Kemudian daging sapi tadi Rp137.000 (per kg). HET-nya Rp140.000 (per kg)," kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ia juga menyebut harga cabai masih dalam batas wajar, walaupun mulai mengalami kenaikan di sejumlah daerah.

"Cabai ada yang Rp55.000 (per kg). Tapi masih HET di sini. Jadi harga stabil," ujarnya.

Namun, ia mengakui masih ada daerah dengan harga pangan yang lebih tinggi dibanding wilayah lain, terutama di kawasan timur Indonesia seperti Papua. Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Iduladha, pemerintah meminta para pemasok memperkuat distribusi pasokan ke wilayah tersebut.

"Memang yang mungkin di daerah-daerah seperti Papua, ada beberapa komoditas yang tinggi. Karena kita minta kepada para supplier untuk memasok, terutama yang di daerah-daerah. Tapi semua terkendali," tutur Budi.

Berdasarkan data SP2KP Kemendag per 22 Mei 2026, pergerakan harga pangan nasional terpantau cenderung bervariasi dengan mayoritas komoditas mengalami kenaikan tipis.

Harga Minyakita tercatat naik 0,02% dari Rp15.851 menjadi Rp15.854 per liter. Minyak goreng sawit kemasan premium juga naik 0,09% menjadi Rp22.208 per liter, sementara minyak goreng curah meningkat 0,21% menjadi Rp19.645 per liter.

Di sektor protein hewani, harga daging sapi paha belakang naik tipis 0,02% menjadi Rp139.687 per kg. Harga daging ayam ras juga meningkat 0,01% menjadi Rp37.330 per kg. Sementara itu, telur ayam ras justru turun 0,23% menjadi Rp27.893 per kg.

Kenaikan lebih tinggi terjadi pada kelompok hortikultura. Harga cabai rawit merah melonjak 1,28% menjadi Rp67.518 per kg. Cabai merah besar naik 0,92% menjadi Rp50.465 per kg, sedangkan cabai merah keriting meningkat 0,68% menjadi Rp46.942 per kg.

Harga bawang merah turut naik 0,89% menjadi Rp44.624 per kg. Sebaliknya, bawang putih honan turun 0,33% menjadi Rp34.582 per kg.

Untuk komoditas lainnya, harga gula pasir curah turun tipis 0,01% menjadi Rp18.277 per kg. Tepung terigu juga melemah 0,01% menjadi Rp12.493 per kg. Di sisi lain, harga kedelai impor masih mengalami kenaikan 0,10% menjadi Rp13.636 per kg.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |