Harga Bahan Baku Naik dan Rupiah Melemah, Bisnis Fiber Optic "Tercekik"

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia- Bisnis fiber optik ikut merasakan dampak ketegangan Timur Tengah seiring dengan naiknya harga bahan baku fiber optik yakni HDPE (High-Density Polyethylene) yang terbuat dari minyak bumi.

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mencatat adanya lonjakan harga minyak mentah dunia yang menyebabkan harga bahan baku dan material kabel fiber optik naik 17%

Selain itu, Wakil Ketua Umum II Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), Nia Kurniasingsih mengatakan perang AS Vs ini juga mengganggu logistik dan rantai pasok hingga pelemahan Rupiah mengingat masih ketergantungannya RI terhadap impor bahan baku fiber optik yang masih mencapai 70%.

Kondisi ini berakibat pada gangguan pasokan bahan baku yang mengganggu proyek jaringan telekomunikasi hingga membengkaknya biaya impor material yang membebani operasional

Menghadapi kondisi ini, industri telekomunikasi didorong untuk meningkatkan efisiensi dalam hal perencanaan maupun optimalisasi jaringan. Lalu seperti apa dampak perang terhadap bisnis jaringan telekomunikasi? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan wakil Ketua Umum II Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), Nia Kurniasingsih di Profit, CNBC Indonesia,(Jum'at, 17/04/2026)


Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |