PHK Menggila-Cari Kerja Susah, Perusahaan Makin Kaya

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Di awal 2026, gelombang PHK masih terus berlanjut. Beberapa raksasa teknologi dan industri lainnya di Amerika Serikat (AS) 'berlomba-lomba' mengumumkan pemangkasan karyawan secara masif.

Meta, Pinterest, Amazon, dan Snap adalah beberapa raksasa teknologi yang melaporkan PHK. Alasannya beragam, tak jarang karena perusahaan berfokus untuk investasi pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Gelombang PHK ini makin mengkhawatirkan karena perusahaan-perusahaan juga mengerem perekrutan karyawan baru.

Beberapa saat lalu, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengungkapkan AI membuat perusahaan besar memperlambat perekrutan karyawan baru. Kondisi tingkat perekrutan dan PHK yang rendah diperkirakan bakal terus berlanjut di pasar tenaga kerja. Hal ini berpotensi membuat pengangguran makin sulit mendapat pekerjaan baru.

Di Inggris, fenomena tersebut juga terjadi. Dikutip dari Cryptopolitan, lowongan pekerja mengalami penurunan di Inggris, khususnya untuk posisi yang ditangani oleh AI, misalnya pengembang software atau konsultan,

Data dari Kantor Statistik Nasional menyebutkan lowongan pekerjaan yang rentan pada AI turun 37%. Sementara posisi lainnya mengalami penurunan mencapai 26%.

Perusahaan Chip AI Makin Kaya

Di saat bersamaan, perusahaan-perusahaan yang menawarkan produk 'tulang punggung' AI makin panen cuan di tengah ledakan teknologi baru tersebut. Dikutip dari Reuters, Jumat (17/4/2026), ASML dan TSMC diproyeksikan akan melaporkan kinerja kuartalan moncer gara-gara tingginya pengeluaran dari para raksasa komputasi cloud AS.

Banyak perusahaan yang berbondong-bondong mengamankan pasokan chip untuk mengembangkan teknologi AI.

Hasil penelitian menunjukkan permintaan tetap kuat untuk perancang chip AI seperti Nvidia, AMD, dan Broadcom. Semuanya bergantung pada TSMC, produsen prosesor canggih terkemuka di dunia.

"Permintaan AI sangat kuat. Pelanggan kami, dan pelanggan dari pelanggan kami yang sebagian besar adalah penyedia layanan cloud, terus memberi kami sinyal yang sangat kuat dan prospek positif," kata CEO TSMC C.C. Wei dalam panggilan konferensi analis, dikutip dari Reuters.

Perusahaan menaikkan perkiraan pendapatan tahunannya pada Kamis (16/4) dan mengatakan akan meningkatkan belanja modal tahun ini untuk memenuhi permintaan chip AI. ASML, pemasok alat pembuatan chip terbesar di dunia, juga menaikkan perkiraan pendapatan tahunannya pada Rabu (15/4).

"Angka positif ASML secara umum menggambarkan gambaran yang menguntungkan bagi industri semikonduktor, bahkan di tengah kekhawatiran gelembung AI," kata Giuseppe Sette, salah satu pendiri dan presiden platform analisis investasi Reflexivity.

Investor Tagih Keuntungan

Meningkatnya tekanan investor terhadap perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan Amazon untuk memberikan pengembalian yang lebih jelas atas investasi AI mereka telah menimbulkan keraguan tentang berapa lama booming pengeluaran chip dapat berlanjut.

Namun demikian, perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan akan menghabiskan lebih dari US$600 miliar tahun ini, demi menggenjot infrastruktur data center.

Alphabet (Google), Meta, Microsoft, dan Amazon akan melaporkan pendapatan kuartalan pada 29 April 2026.

Meskipun chip AI secara keseluruhan tetap kuat, permintaan makin bergeser ke arah prosesor canggih yang dibutuhkan untuk membuat model bahasa besar atau menerapkan pelatihannya untuk menjawab pertanyaan, yang juga dikenal sebagai inferensi.

Dengan meningkatnya permintaan chip dan peralatan AI, ketergantungan industri yang besar pada sejumlah kecil pemasok membawa tantangan tersendiri. Artinya, produsen chip hanya dapat memenuhi pesanan jika perusahaan mengamankan kapasitas manufaktur yang cukup di perusahaan-perusahaan tersebut.

Akibatnya, perusahaan-perusahaan mulai bergegas menandatangani perjanjian jangka panjang untuk mengamankan komitmen kapasitas selama beberapa tahun.

CEO ASML Christophe Fouquet mengatakan permintaan diperkirakan akan melebihi pasokan untuk masa mendatang, menciptakan kendala di berbagai pasar mulai dari AI hingga smartphone dan komputer pribadi.

Para eksekutif TSMC pada Kamis (16/4) juga menunjuk pada kapasitas produksi yang ketat, dengan perusahaan bekerja secara agresif untuk memperluas kemampuan manufaktur guna memproduksi chip AI dalam jumlah besar.

"Kapasitas sangat ketat, tetapi kami bekerja keras untuk memastikan bahwa kami dapat memenuhi permintaan pelanggan. Kami meningkatkan investasi belanja modal kami untuk meningkatkan kapasitas kami," kata Wei.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |