Harbour Road II Garapan WIKA Jadi Tol Layang Ikonik di Jakarta Utara

5 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional melalui proyek strategis Jalan Tol Ancol Timur-Pluit (Elevated) atau Harbour Road II. Proyek ini menjadi salah satu solusi dalam mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan konektivitas di kawasan Jakarta Utara.

Dengan panjang mencapai 9,7 kilometer, tol layang ini menghubungkan kawasan Ancol Timur hingga Pluit dan melintasi sejumlah titik vital, seperti Tanjung Priok dan Jalan RE Martadinata. Kehadiran Harbour Road II diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan eksisting serta memperlancar distribusi logistik menuju kawasan pelabuhan dan pusat kegiatan ekonomi.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito menyampaikan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan inovasi dan nilai tambah bagi masyarakat.

"Harbour Road II merupakan salah satu proyek strategis yang menunjukkan kapabilitas WIKA dalam menghadirkan solusi infrastruktur modern di tengah kompleksitas kawasan urban. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan kualitas terbaik, tepat waktu, serta memberikan dampak positif bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi," ujar Agung dikutip Senin (6/4/2026).

Proyek Harbour Road II dikerjakan oleh WIKA bersama PT Girder Indonesia (GI) dengan skema design and build, dengan nilai kontrak WIKA sebesar Rp5,02 triliun dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.

Salah satu keunggulan utama Harbour Road II terletak pada keunikan desain dan metode konstruksinya. Proyek ini mengusung struktur jalan layang bertingkat tinggi hingga sekitar 38 meter di atas permukaan tanah, menjadikannya salah satu struktur elevated tertinggi di kawasan perkotaan padat.

Selain itu, digunakan teknologi segmented box girder dengan lebar mencapai 14,3 meter, yang termasuk dalam kategori terlebar tanpa ribs, sehingga memberikan efisiensi sekaligus kekuatan struktur yang optimal. Harbour Road II juga mencatatkan bentang steel box girder terpanjang tanpa shoring hingga 70 meter. Proyek ini dibangun secara end-to-end elevated di tengah keterbatasan ruang, berdampingan dengan jalan tol eksisting, jalur kereta api, sungai, hingga kawasan permukiman dan bangunan eksisting. Kondisi ini menuntut penerapan metode konstruksi berpresisi tinggi, seperti bored pile, column pier, pier head, hingga erection girder yang terintegrasi.

"Dengan berbagai keunggulan tersebut, Harbour Road II tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga merepresentasikan inovasi konstruksi modern di Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir utara Jakarta," pungkas dia.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |