Ekonom Asing Ramal Dolar AS Bisa Tembus Rp18.600

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah semakin jatuh terhadap dolar AS. Mata uang Garuda kini resmi menembus level psikologis Rp18.000/US$ pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.11 WIB, rupiah melemah ke level Rp18.015/US$ atau terdepresiasi 0,42%. Adapun, posisi ini sekaligus menjadi level terlemah sepanjang masa terbaru rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana mengungkapkan pelemahan rupiah hingga lebih dari 100 basis poin dalam sehari merupakan kondisi yang tidak normal. Hal ini, kata Surya, dipicu oleh penurunan kepercayaan publik.

"Ya confidence menurun walaupun ekonomi riil masih bagus. Ya lihat aja efeknya," ujarnya.

Adapun, kabar mengenai rating yang akan disematkan S&P Global untuk Indonesia, menurut Surya, tidak akan berpengaruh sesignifikan ini.

"Gak ngefek rupiah depresiasinya cepat," paparnya.

Surya menilai dampak inverted yield curve justru lebih menjadi sentimen di pasar, sejalan dengan kinerja neraca perdagangan Indonesia dan risiko hawkish bank sentral dunia.

Terkait dengan inverted yield curve, yield SBN pasar jangka panjang RI dinilai pasar berada pada level yang terlalu rendah. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate hingga 50 basis poin.

Dengan perkembangan ini, Surya memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 18.000-Rp 18.2000 per dolar AS dalam jangka pendek. Sementara itu, hingga akhir tahun, rupiah diproyeksi bisa tembus hingga Rp 18.600 per dolar AS.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |